Camat Junrejo Dian Saraswati menilai, PR terbesar bagi pengoptimalan desa wisata adalah penguatan promosi.
"Selama ini di wilayah Junrejo sudah berupaya pada pariwisata berupa wisata edukasi. Namun, kunjungan wisatawan yang ada masih kalah bersaing dengan destinasi wisata buatan milik swasta," terangnya.
Padahal menurut Dian, di Kecamatan Junrejo terdapat beragam potensi tempat wisata berskala kecil yang dapat dioptimalkan.
Contohnya, Pasar Bring Rahardjo di Desa Junrejo yang saat awal berjalan sempat viral di media sosial dengan menyuguhkan wisata kuliner tradisional bernuansa alam. Namun, kini tempat itu semakin meredup.
"Saya berharap badan usaha milik desa (BUMDes) kembali aktif dalam mendukung kegiatan kepariwisataan," katanya.
|Baca Juga :
Pesona Tanaka Dongkrak Paket Wisata Desa
Penyebab kurang optimalnya desa wisata di wilayah Junrejo, Dian menyebut, imbas dari pandemi Covid-19. Sehingga, penguatan promosi wisata berbasis desa masih perlu ditingkatkan.
Dia juga menuturkan, wisata edukasi yang sudah berjalan dengan baik adalah budi daya anggrek di Kelurahan Dadaprejo, UMKM kriya di Desa Junrejo, produksi tempe di Desa Beji dan sebagainya. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Lanjut Dian, untuk berwisata edukasi di Dusun Rejoso, Desa Junrejo terdapat sentra UMKM kriya yang hanya dipatok biaya sekitar Rp 10 ribu per orang.
Uniknya, pengunjung dapat membawa pulang hasil produknya.
Beberapa waktu lalu, di Rejoso ada tamu rombongan dari Kalimantan sebanyak 3 bus. Kunjungan mereka terkait pengembangan UMKM.
Sengaja diarahkan ke lokasi tersebut, tujuannya untuk mengenalkan ulang atau mempromosikan secara menyeluruh.
"Meskipun sudah ada sentra produk UMKM di Rejoso, kami tetap ingin ada inovasi terbaru dari produk yang dihasilkannya. Kalau perlu kita datangkan saja ahli desain kreatif," imbuh Dian.
|Baca Juga :
Kembangkan Wisata Desa, Wabup Malang Ajak Pemdes Gandeng Investor
Di sisi lain, Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menjelaskan, sentra industri UMKM di Kota Batu ini sebenarnya punya potensi yang besar.
"Saya yakin dengan pelatihan kemasan yang menarik UMKM di Batu bisa naik kelas. Jangan sampai UMKM kita jalan sendiri. Untuk itu perlu ada industri kreatif dan UMKM harus ada tim media sosialnya," harapnya. (ifa/lid). Editor : Kholid Amrullah