Salah satu pengunjung asal Probolinggo Sulvi Rohmatin mengaku, senang mengunjungi spot yang unik dan menarik di Kota Wisata Batu. Meskipun konsep wisata berupa alam (outdoor), dia cukup menikmatinya.
"Sebenarnya di sini tempatnya sudah bagus. Cuma tempat berteduhnya saja perlu ditambah untuk mengantisipasi cuaca hujan," terangnya.
Selain itu, pengunjung lainnya Farly Aditya mengatakan, saat ini yang diincar wisatawan atau generasi muda adalah tempat viral di sosial media. "Ladang matahari ini memang cocok jadi spot selfie. Tapi, wisatawan harus tahu kapan waktu mekarnya bunga," kata dia.
Di sisi lain, salah satu pengelola Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo Muhammad Fauzi menjelaskan, destinasi ladang bunga matahari memang berjangka waktu karena minim lahan. "Nah, yang sedang mekar sekarang itu menanamnya Desember 2022 lalu. Dan, mekarnya memakan waktu 3,5 bulan," terangnya.
Fauzi mengaku, destinasi wisatanya hanya buka sampai 22 Maret 2023. "Jelang Ramadan, perkiraan akan tutup. Karena, tanaman bunga matahari sudah banyak yang layu," katanya.
Pihaknya juga menyampaikan, sebenarnya jika ada lahan yang memadai ladang bunga matahari di Kota Batu bisa jadi jujukan setiap hari. "Karena, potensi wisata alam seperti ini kebanyakan 70 persen dari luar daerah. Paling sering Kota Surabaya, kemudian Jakarta, Probolinggo, dan sebagainya," tambah Fauzi. (ifa/lid). Editor : Kholid Amrullah