Ketua DPRD Batu Asmadi mengatakan, setelah penyampaian LKPJ ini dewan akan mendalami data tersebut dengan fakta. Pasalnya, dewan menemukan ada hal yang kurang sesuai yakni dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu tahun 2022.
"Dari hasil penyampaian tadi realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu mencapai sekitar 105,06 persen. Berarti kan Rp 200 miliar tercapai. Padahal PAD sekarang masih di kisaran Rp 160-an miliar," ungkapnya.
Asmadi menjelaskan, temuan ini tentu menarik perhatian bagi DPRD Kota Batu. Untuk itu, dewan akan melakukan konfirmasi capaian di forum pembahasan. Dengan perkiraan penyelesaian 6 hari ke depan. "Jadi, mekanismenya tim badan anggaran akan melakukan konfirmasi ke tim anggaran pemerintah daerah," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Batu, kemarin (29/3).
Pihaknya juga menerangkan, bukan hanya kesesuaian anggaran saja yang dikonfirmasi melainkan, capaian indikator strategis juga akan dicek ulang. "Tadi disebutkan capaian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota Batu adalah 44 persen. Nah, kok cuma 44 persen apakah karena faktor pengangguran atau apa? Hal ini akan kami cek semuanya," kata Asmadi.
Sementara itu, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan, jika melihat target, realisasi, dan sasaran dalam LKPJ Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu sebelumnya sudah tercapai semua. Sesuai aturan, setelah 1 tahun berjalan atau minimal 3 bulan harus dibuat LKPJ. "Pada intinya hasil evaluasi DPRD Batu akan kami jadikan patokan ke depannya," terang Aries.
Menurutnya, meskipun capaian kinerja ada yang lebih dari 100 persen, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota Batu harus tetap bekerja keras bersama. "Contohnya saja, nilai sistem akuntabilitas kinerja pemerintah (SAKIP) kita masih B. Maka dari itu, tahun ini ditargetkan SAKIP mencapai nilai A," harapnya.
Sekadar informasi, dalam pemaparan LKPJ Wali Kota Batu Tahun 2022 ini terdapat 10 poin capaian kinerja sasaran strategis. Yang meliputi meningkatnya derajat kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), meningkatnya kualitas pembangunan desa, meningkatnya kualitas lingkungan hidup, dan sebagainya. (ifa/lid). Editor : Kholid Amrullah