“Jumlah 511 orang itu terhitung dari jam 07.00 sampai jam 19.00,” kata Kasatgas Terminal Kota Batu Kacung Suprianto. Jumlah itu kata dia, terdiri dari penumpang yang ada di dalam bus bukan hanya yang naik dari Terminal Batu saja. “Sedangkan jumlah busnya di tanggal 30 ada sekitar 27 unit,” katanya.
Dalam kurun waktu 12 jam, ia mencatat ada sekitar 69 orang yang naik dari Terminal Batu. Untuk penumpang yang turun hanya sekitar empat orang. Karena memang biasanya para penumpang cenderung tidak turun di terminal.
Sementara itu, trayek yang masuk ke Terminal Kota Batu ada dua, yakni ke Jombang dan ke Kediri. Dari jurusan itu, masih lebih banyak yang bus yang ke Jombang. “Yang ke Kediri paling cuma 7-8 kali dalam sehari. Mereka kan juga melihat banyaknya kebutuhan penumpang, sehingga merasa tidak perlu melakukan penambahan,” jelasnya.
Rata-rata bus tersebut akan berhenti sekitar 10-15 menit di terminal yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika itu. “Kalau keadaan penuh hanya laporan terus langsung berangkat,” jelas Suprianto. Sedangkan untuk jarak berapa lama antar bus diberangkatkan, menurut dia tidak bisa diprediksi. Karena biasanya ada beberapa bus yang tidak beroperasi. “Setiap jam itu sudah ada yang ngisi, tetapi ketika tiga saja tak beroperasi kan juga nanti akan berpengaruh,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu sopir bus trayek Jombang Muhammad Irfan, 53, mengatakan, jika semenjak pandemi jumlah penumpang tidak bisa diprediksi. Sedangkan jika dibandingkan dengan Ramadan dan Lebaran menurutnya memang ada kenaikan tetapi tidak terlalu drastis. “Saat ini seperti tidak bisa diperkirakan, kalau pas rezeki ya ramai,” jelasnya.
Dia mengungkapkan jika sebelum pandemi jumlah penumpang bisa lebih stabil. Ketika pandemi bisa membawa penumpang lebih dari 20. Namun saat ini tidak menentu. “Bisa sampeyan lihat sendiri saat ini kadang 4-5 orang,” kata warga Jombang itu. Ia biasanya dua kali pulang-pergi (PP) ke Kota Batu. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah