Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akhirnya Air Hipam Bisa Mengalir Lagi

Kholid Amrullah • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:00 WIB
MENGALIR: Air Hipam di Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu yang sempat mati sudah mengalir lagi.
MENGALIR: Air Hipam di Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu yang sempat mati sudah mengalir lagi.

BATU - Setelah sekitar 10 hari tak mengalir, akhirnya air Hipam Tirtorejo Desa Sumberejo kembali mengalir lancar. Dan ternyata dugaan awal betul, bahwa air mati karena masuk angin.

 

Terlihat di salah satu rumah warga di RW 10 Desa Sumberejo air Hipam bisa kembali mengalir pada Kamis siang (24/8). Menurut salah satu pengelola Hipam Nursuntono, Rabu lalu (23/8) mereka melakukan pengecekan lagi ke daerah atas di dekat Sumber Banyuning, Desa Punten. Ternyata yang bermasalah di bagian pipa dekat sana.

 

“Dibuka itu muncrat, angin yang berada di dalam pipa belum sepenuhnya keluar semua,” ungkapnya. Sehingga air yang datang tak mampu menekan masuk. Total sudah sebanyak empat kali ia bolak-balik melakukan pengecekan.

 

Setelah selesai, air kemudian masuk dengan deras ke tandon induk sekitar pukul 12.00 hari Rabu. Aliran yang mengarah ke tiga dusun dilakukan penutupan terlebih dahulu, guna mengisi tandon. Hal itu bertujuan agar tekanan air nanti bisa besar dan lancar menuju rumah-rumah warga. Sekitar pukul 21.00 kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga.

 

Ia bersyukur air sudah bisa menyala kembali normal. Menurutnya, debit air juga normal seperti sebelumnya. Dengan hal ini, selanjutnya akan dilakukan mediasi dengan warga. Diharapkan warga yang belum memenuhi kewajibannya segera mengurus.

 

Sementara itu, sebelum air mengalir warga bergantung kepada tetangga yang memiliki akses PDAM atau pergi ke sumber mata air yang ada di Kali Kucur. Salah satu warga yang memanfaatkan ialah Herman, dia  mengaku setiap hari mandi di mata air tersebut. Setiap dua hari sekali ia pergi ke Kali Kucur, sebutan warga setempat mengenai sumber air tersebut.

 

Meskipun sumber, ternyata sudah dibangun seperti bilik-bilik kamar. Terdapat dua ruang, dengan ukuran sekitar 2 x 1,5 kamar. “Dulu ya ada pohon-pohonnya sekarang sudah dibangun bagus,” ungkap Herman.

Dengan bantuan sepeda motor, ia bolak-balik sekitar 5 kali. Dengan membawa dua tempat air berukuran sekitar 20 liter. (iza/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #Hipam #sumber air #Bumiaji #Sumber Banyuning