Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Los Pasar Induk Ternyata Sisa, untuk Siapa Ya

Kholid Amrullah • Kamis, 21 September 2023 | 23:00 WIB
SIAP DITEMPATI: Meja kursi di zona kuliner di Pasar Induk Among Tani sudah tertata dengan rapi dan siap digunakan untuk berjualan makanan.
SIAP DITEMPATI: Meja kursi di zona kuliner di Pasar Induk Among Tani sudah tertata dengan rapi dan siap digunakan untuk berjualan makanan.

BATU - Salah satu tempat untuk berdagang di Pasar Induk Kota Batu yang disediakan melebihi jumlah pedagang ialah area los. Tercatat dari total 914 los, yang belum punya penghuni sebanyak 37 unit. Sisa los tersebut tersebar di seluruh zona.

Sebagai informasi, los merupakan tempat untuk berdagang para penjual yang dulunya tak punya kios di pasar atau biasa disebut pedagang kaki lima (PKL).  Mereka inilah yang nanti akan menempati los tersebut. 

Kepala UPT Pasar Kota Batu Agus Suyadi mengatakan, jumlah kelebihan los cukup banyak. “Kalau kios hanya dilebihi sedikit, hanya satu atau dua buah,” ungkapnya. Menurut dia Pasar Induk Among Tani memiliki daya tampung 2.630 unit. Dengan perincian 1.716 kios dan 914 los. Untuk ukuran kios ada tiga jenis, yaitu ukuran  2x2 meter, 2x3 meter dan 3x4 meter. Sedangkan untuk ukuran los ada dua jenis, ada yang berukuran 1,75×2 meter dan 1,5×2 meter.

Saat ini, Agus belum bisa menyampaikan bagaimana caranya bila ada pedagang yang ingin memanfaatkan los yang tersisa itu. “Masih nanti menunggu peraturannya, yang pasti berdasarkan kebijakan wali kota, entah berdasarkan ranking atau bagaimana,” katanya.

Untuk sementara lanjut dia, beberapa los yang sisa itu akan dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan alat-alat kebersihan. Serta sebagai tempat istirahat para petugas kebersihan. “Kan kasihan juga bila misalnya tugasnya di lantai tiga, sementara istirahatnya di lantai satu, wira-wirinya kan jauh,” ucap  Agus.

Dikatakannya, area los saat ini telah ditata sedemikian rapi dan ditata berpusat di tengah pada area yang lapang. Berbeda dengan dulu, di mana PKL berdagang di pinggir-pinggir jalan utama pasar.

Salah hal unik di Pasar Induk Among Tani ini ialah terdapat perbedaan warna keramik yang berfungsi sebagai informasi. Di mana keramik putih area yang boleh dibuat untuk berjualan sedangkan keramik abu-abu berfungsi sebagai fasilitas umum, yang artinya tak boleh ditempati oleh pedagang. Sehingga kondisi pedagang berkeliaran di area yang bukan tempatnya bisa diminimalisir. (iza/lid)

 

 

 

Editor : Kholid Amrullah
#Pasar Induk Among Tani #Kota Batu #los #Kios