Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sering Jadi Tempat Mabuk, Umbul Gemulo Dijaga 24 Jam

Kholid Amrullah • Rabu, 27 September 2023 | 23:05 WIB
JERNIH DAN SEGAR: Sumber air Umbul Gemulo di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji terus dijaga kelestariannya oleh warga sekitar.
JERNIH DAN SEGAR: Sumber air Umbul Gemulo di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji terus dijaga kelestariannya oleh warga sekitar.

BATU - Sempat tidak terawat, Umbul Gemulo yang bertempat di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu pernah dijadikan tempat mabuk, tindakan asusila, pencurian, hingga perkelahian. Maka, untuk meminimalkan konflik makin meluas, warga setempat menjaga Umbul Gemulo selama 24 jam nonstop. Penjagaan tersebut meliputi adanya parkir, warung, dan CCTV yang dipasang di beberapa titik area sumber air tersebut.

Ketua RT 7 RW 2 Desa Bulukerto Diki Setiawan menceritakan, sejak ia menjabat sebagai ketua RT di 2020 sampai sekarang ada 30 aduan terkait Umbul Gemulo yang masuk. Paling banyak, aduan terkait kasus pencurian handphone, dompet, bahkan motor. Tak jarang pula aduan yang masuk berupa tindakan asusila dan perkelahian. "Kalau motor cuma sekali aduan. Paling banyak masalah kehilangan dompet atau headphone. Hal itu terjadi karena daerah sini sama sekali tidak ada penjagaan. Pengunjung pun dapat menaruh motor maupun barang di sembarang tempat," jelasnya pada koran ini, Selasa (26/9).

Tak berhenti sampai di situ, pemabuk pun selalu terlihat di area Umbul Gemulo. "Mereka mabuk tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan sering terlihat mereka mabuk di punden. Padahal itu adalah tempat yang sakral bagi warga sekitar," kata pria berusia 37 tahun itu. Ketika melakukan bersih desa, warga sekitar menemukan 10 karung botol bekas minuman keras di area Umbul Gemulo.

Perawatan yang tidak maksimal dan keadaan yang semakin meresahkan membuat warga setempat gotong royong merawat dan menjaga Umbul Gemulo. Diki melanjutkan, penjagaan rutin mulai dilakukan. Masyarakat bergotong royong untuk membersihkan area sumber air dan punden setiap harinya. Penjagaan 24 jam juga dilakukan melalui pemasangan 4 CCTV di sepanjang aliran sungai. "Semua dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Untuk dana perawatan pun dikumpulkan dari sumbangan warga setempat," ujar warga asli Desa Bulukerto ini.

Selain CCTV, pengadaan parkir dan warung juga dilakukan untuk mengawasi para pengunjung yang datang agar tidak terjadi konflik kembali. Biaya perawatan dan pengawasan juga datang dari pendapatan dua tempat tersebut. "Pembersihan yang dilakukan mencakup pemeliharaan sampah, membersihkan area jalan, memotong tumbuhan liar yang ada di sungai, dan pembersihan area punden," ungkapnya. Operasional ini telah berjalan sejak 1 Juli lalu. Dalam pemeliharaannya terdapat 2 RT yang terlibat yaitu, RT 6 dan RT 7 RW 2 Desa Bulukerto.

Berkat perawatan dan pengawasan ini, sumber air Umbul Gemulo terbebas dari pembuangan sampah liar yang kerap dilakukan sejak TPA Tlekung ditutup akhir bulan lalu. "Kami hanya warga lingkungan terdekat yang merawat sumber air itu. Tidak ada tujuan untuk membuka wisata sama sekali. Kalau konsumen menilai tempat itu adalah tempat wisata, terserah mereka," pungkasnya. (kj1/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #Bumiaji #CCTV #bulukerto