BATU - Warga Jalan Sareh, Desa Pesanggrahan, Kota Batu digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki sekitar pukul 23.00 Selasa lalu (26/9). Bayi itu ditemukan di dalam pos kamling yang berlokasi di RT 4 RW 10 desa tersebut.
Ketua RT 04 Desa Pesanggrahan Teguh Hadi membenarkan kejadian itu. “Tetapi saya tidak tahu kronologi pastinya,” kata dia. Menurut kabar yang dia dengar, setelah ditemukan, warga segera membawa bayi malang itu ke RS Dr Etty Asharto. “Kalau kabarnya sekarang sudah di Rumah Sakit Karsa Husada,” katanya.
Untuk keadaan bayi, sebagaimana di dalam foto, bayi tersebut dalam kondisi pakaian lengkap. Tapi Teguh juga tak bisa memastikan apakah pakaian tersebut bawaan ketika bayi itu ditinggalkan atau pakaian baru dari warga atau rumah sakit. Warga juga mengaku tidak menemukan pelaku yang meninggalkan bayi malang itu. “Belum pernah sama sekali, baru kali ini terjadi kasus tersebut,” kata Teguh.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut memiliki berat sekitar 2,1 kilogram dan panjang sekitar 44 sentimeter.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Yussi Purwanto mengatakan, saat ini bayi tersebut dalam kondisi sehat. Polisi belum bisa memastikan apa modus dari pembuang bayi tersebut. “Petugas sekarang melakukan penyelidikan dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Semoga yang membuang bayi segera ditemukan," katanya.
Sedangkan menurut salah satu Pekerja Sosial (Peksos) Dinsos Kota Batu Atim, saat dinsos belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, Karena merupakan ranah dari kepolisian untuk keperluan penyelidikan. “Nanti setelah penyelidikan dirasa cukup dan bayi dalam kondisi sehat, baru diserahkan ke dinsos lagi,” ujarnya. Setelah itu, bayi akan direkomendasikan untuk diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Balita di Sidoarjo milik Pemprov Jatim.
Atim mengatakan, setelah penemuan bayi, ia menerima banyak telepon dari masyarakat yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Kalau yang berhak mengadopsi itu nanti menunggu semua persyaratan dipenuhi. Mengingat ada sekitar 35 dokumen yang harus dilengkapi oleh calon pengadopsi. ”Masyarakat mikirnya tinggal mengadopsi, padahal banyak persyaratan yang perlu dilengkapi. Tapi baiknya, rasa ingin menolong masyarakat tinggi,” ucapnya. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah