BATU - Jeruk keprok Punten dulu mendominasi jenis tanaman jeruk yang ada di Kota Batu. Namun kini, petani sudah mulai banyak yang menanam jenis jeruk siam.
Menurut Dulkamar, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bumiaji mengatakan seiring berkembangnya waktu, banyak petani yang menanam jeruk siam. “Mungkin hampir sekitar 50 persen berjenis jeruk siam,” katanya.
Diakatakannya, dari segi produktivitas jeruk siam memang lebih banyak. Ia memperkirakan, dalam satu tangkai jeruk keprok Punten ada sekitar 2-3 buah sedangkan jeruk siam bisa sampai empat buah ke atas. Kemungkinan karena produksi jeruk siam lebih banyak yang membuat petani memilih menanam jeruk siam.
Dahulu, di pasaran harga jeruk keprok cenderung lebih tinggi. Namun akhir-akhir ini cenderung sama yakni sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.
Menurutnya, dari segi rasa, jeruk keprok Punten lebih unggul. “Asalkan tingkat kematangan sama di atas 70 persen itu lebih enak jeruk keprok Punten,” katanya. Jeruk keprok dengan kematangan tersebut memiliki rasa yang manis dan daging lebih renyah. Ukuran buah pun jeruk keprok Punten jauh lebih besar.
Dijelaskan Dulkamar, pada musim panen pertama dan ke dua, jeruk keprok Punten masih memiliki rasa asam. Selain itu, apabila pemupukan tak berimbang juga bisa menimbulkan rasa asam. Sementara itu, di Desa Punten tanaman jeruk masih didominasi oleh jeruk keprok Punten. Para petani berupaya mengembangkan jeruk keprok Punten dengan cara menjadikannya sebagai ikon desa. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah