Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hari Santri, Dikado Nama Jalan Letkol KH Iskandar Sulaiman

Kholid Amrullah • Senin, 23 Oktober 2023 | 16:00 WIB
PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU SARUNGAN: Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai (kanan) menyambut para “santri” pimpinan DPRD Kota Batu, dalam kegiatan Hari Santri, kemarin (22/10).
PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU SARUNGAN: Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai (kanan) menyambut para “santri” pimpinan DPRD Kota Batu, dalam kegiatan Hari Santri, kemarin (22/10).

BATU  - Ada pemandangan berbeda di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Minggu kemarin (22/10). Pasalnya, ratusan santri dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2023. Spesialnya, Pemerintah Kota Batu memberikan SK nama jalan baru yakni Letkol KH Iskandar Sulaiman.

SK tersebut langsung diberikan kepada Rois Syuriyah PCNU Kota Batu KH Hazim Sirodjudin. Nama Letkol KH Iskandar Sulaiman nantinya sebagai nama jalan penghubung yang berada di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Perlu diketahui, Letkol KH Iskandar Sulaiman merupakan kiai yang menyebar ajaran Islam melalui Nahdlatul Ulama (NU) di Malang Raya. Beliau adalah santri Pesantren Tebuireng Jombang yang dipercaya keluarga ndalem KH Hasyim Asy’ari. Yang dibuktikan dengan penunjukannya sebagai Konsul NU Jawa Timur I untuk wilayah Malang dan Mataraman pada 1934.

Diungkapkan Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, momen Hari Santri Nasional ini merefleksikan semangat, tekad, dan dedikasi bagi para generasi penerus Islam. Yang harapannya mampu membawa cahaya kehidupan dan perubahan-perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

Sesuai dengan tema "Jihad Santri, Jayakan Negeri" yaitu memiliki makna mengingatkan kita akan peran santri dalam membangun bangsa dan negara. "Tema jihad ini bukan dalam arti perang. Melainkan, semangat juang untuk meningkatkan kualitas diri, dan berkontribusi bagi masyarakat," terang Aries.

Menurut Aries, jihad santri juga diartikan mengabdikan diri kepada agama, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Sebab, santri adalah garda terdepan dalam segala aspek pembangunan. Selain itu, santri juga sebagai mata air yang mengalirkan ilmu moral hingga nilai luhur Islam, mengembangkan nilai kebhinnekaan, toleransi, dan perdamaian ke seluruh penjuru tanah air.

"Kita patut bangga dengan peran santri dalam memajukan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Jadi, kita harus mendukung upaya mereka dalam mencapai cita-cita yang memberikan manfaat untuk sekitar," paparnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Batu Takim menerangkan, pada dasarnya, santri memiliki komitmen yang tinggi terhadap agama, bangsa, dan negara. Sehingga, santri dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi zaman dan tetap mengamalkan kesantriannya.

"Teladan jihad yang disampaikan para ulama dulu khususnya KH Hasyim Asy'ari harus tetap menginspirasi santri di zaman ini," katanya. "Belajar dengan sungguh-sungguh, melek literasi dan teknologi juga sangat penting," tambahnya. (ifa/lid).

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #hari santri #Pj Wali Kota Batu #PCNU