Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peminat Apel Batu Tetap Sepi Meski Harga Turun

Kholid Amrullah • Senin, 6 November 2023 | 18:00 WIB

 

SEPI: Salah satu pedagang apel di Bumiaji sedang menunggu pembeli yang kian menurun.
SEPI: Salah satu pedagang apel di Bumiaji sedang menunggu pembeli yang kian menurun.
BATU - Peminat apel Batu makin menurun. Hal tersebut dirasakan oleh para penjual apel di Jalan Pangeran Diponegoro, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di sepanjang jalan itu, pembeli berkurang lebih dari 50 persen di beberapa bulan ke belakang. Padahal harga apel sedang turun.

Salah seorang pedagang apel Roqiati mengatakan, harga apel pada bulan ini menurun. Sebelumnya harga apel mencapai Rp 25.000 per kilogram sedangkan sekarang harganya hanya Rp 17.000 per kilogram. "Di sini saya menjual apel jenis manalagi dan ana. Jenis manalagi yang paling banyak di beli. Namun saat ini pembelinya berkurang padahal harganya sedang turun," kata wanita asal Pandanrejo itu.

Biasanya pembeli datang dari para wisatawan yang berkunjung ke Coban Talun. Sebelumnya pembelian yang datang per hari bisa mencapai 5 sampai 7 orang. Saat ini sudah berkurang drastis lebih dari 50 persen. "Bahkan kadang juga tidak mendapat uang sepeser pun," ungkap Roqiati.

Kendala baru datang saat musim hujan, di mana apel akan cepat rusak. Pasokan apel juga akan menurun. Hal ini berpengaruh pada harga apel yang tinggi. "Ketika harga turun saja tidak banyak pembeli, apalagi kalau harganya naik," tuturnya. Meskipun begitu ia tetap berharap minat pembeli akan naik menyambut banyaknya turis di akhir tahun nanti.

Hal yang sama juga di alami oleh Pujiono. Terletak beberapa ruko dari Roqiati, dagangan Pujiono juga sepi pembeli. Dia mengatakan, beberapa bulan terakhir memang sepi pembeli. "Apalagi memasuki musim hujan seperti ini. Pengunjung jarang yang turun dan membeli apel atau buah," ungkap dia.

Dalam sekali kulaan, Pujiono dapat membeli satu sampai dua kuintal apel ana dan manalagi. Dalam satu bulan ini stoknya masih belum terjual habis. "Sementara pembeli suka apel yang masih segar. Saya sudah kehabisan modal selama beberapa bulan ini," katanya. Meskipun rugi, Pujiono masih terus berjualan. Ia berharap hal ini akan segera membaik ke depannya. (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #apel #Bumiaji #apel batu