BATU - Flora fauna yang terancam punah meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, pada 2022 flora terancam punah mencapai 24.914 dari sebelumnya hanya mencapai 9.390 di 2012. sementara itu, fauna terancam punah pada tahun 2019 tercatat ada 14.234 dari yang sebelumnya hanya 3.870 di 2011. Resah akan hal itu, komunitas Jala Rupa gelar pameran seni flora fauna bertajuk Berasusiasi mulai 5 - 11 November.
Pameran yang bertempat di Galeri Raos Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu itu memamerkan karya 46 pelukis yang bertema flora dan fauna. Masing-masing merepresentasikan pandangan pelukis terkait kondisi tumbuhan dan hewan di alam maupun sekitarnya.
Panitia pameran Pratiwi Puji Lestari mengatakan, pameran ini digelar dengan mengangkat isu kekerasan dan penganiayaan terhadap hewan. Serta perburuan pada tanaman liar bernilai tinggi. "Opening pameran ini pada tanggal 5 kemarin juga bertepatan dengan hari puspa flora dan fauna," jelas mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Pengerjaan lukisan ini memakan waktu 2 sampai 3 bulan. Tiwi mengatakan, para seniman telah mulai melukis sejak Agustus. "Satu seniman melukis satu karya. Sementara itu kami juga memajang karya anak TK yang ikut lomba menggambar di pra-acara kemarin," ungkapnya. Total karya yang dipajang 62 karya. Terdiri dari 46 karya lukis seniman dan 16 karya gambar dari anak-anak TK.
Pemilihan kanvas pun sangat diperhatikan. Tiwi mengatakan, kanvas yang dibagikan pada para seniman berbentuk kapsul. Hal ini melambangkan waktu di mana lukisan tersebut digambar. "Hal ini sebagai pengingat agar apa yang kita gambar tak hanya dapat dinikmati sekarang tapi juga di masa yang akan mendatang," kata mahasiswi asli Malang itu.
Tiwi bersama panitia acara lainnya berharap pameran ini akan dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan. Utamanya flora dan fauna yang dilindungi. "Tak hanya orang dewasa, kami juga melakukan pengenalan kampanye ini kepada anak-anak melalui lomba menggambar," ucapnya.
Di lain sisi salah seorang pengunjung, Linda Rahayu mengaku terpukau dengan karya-karya yang ditampilkan pada pagelaran seni itu. Salah satu karya yang menarik minatnya bertajuk pusaran harapan. "Dari jauh karya itu terlihat seperti lukisan Van Gogh yang berjudul starry night. Namun jika diamati dari dekat lukisan tersebut merupakan pusaran ikan di laut," katanya.
Dengan berkunjung ke pameran ini Linda jadi lebih paham jika flora fauna di Indonesia sudah banyak yang terancam punah. "Saya berharap dengan adanya pameran ini makin banyak mata yang terbuka akan keberlangsungan flora dan fauna di sekitar kita," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah