BATU - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Surabaya memberikan bantuan alat pengering portabel dryer (solar dryer portable) kepada BUMDESma Giri Arjuno Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (31/8). Bantuan yang diberikan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA 2025 bertujuan untuk membantu meningkatkan produksi kopi yang dikelola BUMDESma Giri Arjuno.
Menurut Dr. Zainal Abidin A., S.Sos, M.Si., M. Ed, ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan KKN UPN Veteran Jatim mengatakan, BUMDESma Giri Arjuno memiliki potensi untuk mengembangkan produksi kopi khas Kota Batu yang memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga bantuan alat pengering kopi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi kopi masyarakat. Sehingga akan berdampak terhadap pendapatan para petani.
Dengan adanya alat itu para petani bisa mengolah hasil panennya terlebih dahulu supaya harganya lebih mahal, karena sebelumnya banyak petani kopi yang menjual langsung kopi yang baru dipanen. “Harapan kami dengan bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan petani kopi,” katanya usai melakukan inspeksi kepada BUMDESma Giri Arjuno.
Sedangkan Dr. Yunita Satya Pratiwi, S.P, M. Kes, tim utama operasional program PKM Bima Tahun 2025 UPN Veteran Jatim di kota Batu mengatakan, sebelum memberikan bantuan solar dryer portable kepada BUMDESma pihak UPN terlebih dahulu memberikan bantuan berupa pelatihan kepada para petani kopi yang tergabung dalam BUNDESma.
Pelatihan itu mulai dari pembinaan SDM yang berupa pelatihan pengolahan kopi mulai panen, pasca panen, standardisasi produk, pengemasan, distribusi dan pemasaran secara offline dan online. Untuk standardisasi produk berupa upaya menguji produk sesuai SNI atau tidak di laboratorium kimia pangan dan penentuan umur simpan.
Selain itu, juga melakukan profiling atribut sensory produk menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), sehingga berhasil diidentifikasi kelemahan produk dan kemudian diberi rekomendasi saran untuk memperbaiki kualitas produk yang nantinya akan memengaruhi preferensi konsumen. Termasuk membantu mendesain ulang label kemasan yang mengacu pada regulasi kemasan yang benar. Berikutnya membantu pemasaran online dengan merevisi atau membuatkan akun di media sosial dan e-commerce.
Menurut Yunita, di BUMDESma yang mengelola kopi khas Kota Batu tersebut konsen untuk mengolah kopi yang dihasilkan dari Kota Batu. Namun ada beberapa peralatan yang perlu dilengkapi, setelah berdiskusi panjang dengan para anggota BUMDESma yang dibutuhkan adalah alat pengering. “Maka kami serahkan bantuan alat pengering ini supaya bisa membantu proses pengeringan kopi,” jelasnya.
Sementara itu ketua BUMDESma Giiri Arjuno Bulukerto Oktavian Dwi Suhermanto menyambut baik bantuan dari UPN Veteran Jatim tersebut. Menurut Oktavian, melalui beberapa kali pelatihan yang diberikan UPN ada semangat baru dari para petani kopi untuk mengolah kopinya terlebih dahulu setelah panen. Dengan demikian nilai jualnya juga lebih tinggi dan menguntungkan petani. “Setelah pelatihan ibu-ibu kini sudah bisa mengeringkan kopinya setelah panen, jadi harganya lebih mahal,” katanya.
Terkait bantuan alat pengering tersebut menurut dia sangat bermanfaat. Karena alat tersebut menggunakan solar cell sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dibanding dijemur langsung di bawah terik matahari. “Kami sangat berterima kasih kepada UPN yang peduli dengan petani kopi yang tergabung di BUMDESma Giri Arjuno ini,” kata dia.
Untuk diketahui, Program PKM BIMA 2025 merupakan program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mendukung penelitian dan pengembangan hasil riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri, serta mendorong hilirisasi hasil riset.(lid)
Editor : Kholid Amrullah