MALANG KOTA – Dinas Pendidikan Kota Malang panen prestasi sekolah peraih Adiwiyata. Setidaknya tahun ini ada 36 sekolah mulai SD–SMP yang meraih gelar bergengsi di bidang lingkungan tersebut. Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun 2017 yang hanya 12 sekolah.

Penganugerahan sekolah yang berhasil menerima Adiwiyata ini dilakukan di halaman Balai Kota Malang kemarin (14/1). Penghargaan diserahkan Wali Kota Malang Sutiaji melalui surat keputusan Wali Kota Malang bernomor 188.45/340/35.73.112/2018. ”Kalau bisa tahun depan tambah lagi. Dua kali lipat boleh,” jelas Sutiaji.

Bahkan, Sutiaji berharap dinas pendidikan bisa meningkatkan jumlah sekolah Adiwiyata yang awalnya setingkat kota, bisa melaju ke level nasional bahkan Adiwiyata Mandiri. Terakhir kali ada sekolah yang berhasil menerima penghargaan Adiwiyata hanya pada 2017. Itu pun, pada tahun sebelumnya atau pada 2018, hanya ada pembinaan Adiwiyata saja.

Sementara, agar jumlah sekolah Adiwiyata makin bertambah, Sutiaji berencana membuat peraturan mengenai antikresek plastik di sekolah. Semua makanan, bahkan tas belanja saja dilarang berbahan kresek.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah MM menyatakan, bertambahnya jumlah peraih Adiwiyata ini patut diapresiasi. Terutama sekolah swasta. ”Dulu, sedikit sekali sekolah swasta yang sadar lingkungan,” kata Zubaidah.

Dia  mengakui, program Green School Festival hasil kerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang, berperan besar atas prestasi ini. Karena ajang itu membangun kesadaran seluruh pihak sekolah, mulai siswa hingga guru, dan karyawan untuk menjaga lingkungan. ”Kalau tidak karena ajang Green School Festival, kemungkinan meraih Adiwiyata pun sangat kecil,” tandas Zubaidah bangga.

Sementara, dari daftar penerima Adiwiyata, setidaknya ada 12 SD dan SMP swasta yang berhasil menyamai kedudukan sekolah negeri penerima Adiwiyata tingkat kota (selengkapnya baca grafis). Di tahun 2017 hingga 2018 saja, Zubaidah menyatakan, jumlah sekolah swasta yang layak Adiwiyata baru hitungan jari. ”Sekarang melebihi 10 jari lah,” ujar dia.

Terbaru di pelaksanaan Adiwiyata, mulai tahun lalu Disdik Kota Malang bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup. ”Baik berupa pendampingan, sosialisasi, maupun edukasi program-program Adiwiyata agar terlaksana serta terwujud dengan baik,” imbuh Ida, panggilan akrab Zubaidah.

Selain itu, dinas pendidikan bersama puluhan satuan pendidikan telah menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi (LIPI BKT KRP). Tujuannya, untuk membuka kelas outdoor peduli lingkungan.

Pewarta               : Sandra
Copy Editor          : Amalia Safitri
Penyunting          : Abdul Muntholib
Fotografi              : Sandra