New Normal, 3.308 Petugas Gabungan TNI-Polri Bakal Ketati Tempat Wisata Hingga Mal

?MALANG – Malang Raya menuju new normal. Selama periode ini, jangan harap semua hal bakal longgar layaknya sebelum PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sebaliknya, jangan kaget bila nantinya makin intens melihat personel TNI-Polri di berbagai fasilitas umum. Mulai tempat wisata hingga mal.

TNI-Polri dapat tugas khusus sebagai penegak peraturan. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah jadi Panglima Kogasgabpad (Komando Tugas Gabungan Terpadu), dan Kapolda Jatim, Irjen M Fadil Imran ditunjuk sebagai wakil tim satgas ini.

Untuk menyiapkan, Komandan Korem (Danrem) 083/ Baladhika Jaya, Kolonel Inf Zainuddin sebagai Pangkogasgabpad Malang Raya akui sudah siagakan total 3308 pasukan gabungan.

“Kita sudah deploy pasukan, mulai besok (Senin) keluar. Jumlahnya 3000 sekian, itu fleksibel artinya sesuai kebutuhan. Rencananya besok (Senin) akan gelar pasukan,” ujar Zainuddin ditemui di Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (31/5).

Selain dari TNI masing masing wilayah, personel gabungan itu sendiri terdiri dari Polri, petugas Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan. Komandan Kodim masing-masing wilayah jadi kepalanya.

Pria berbadan tegap itu mengatakan, pasukan tersebut akan ditempatkan di berbagai tempat keramaian. “Total 3308 pasukan itu gabungan, dari TNI 1170 personel, nanti kami deploy untuk wilayah Malang Raya. Mereka ditempatkan di tempat rekreasi, mal, pasar, restaurant dan tempat keramaian, ada yang statis ada yang mobile,” imbuhnya.

Tempat-tempat pariwisata bakal jadi pusat utama penjagaan. Bila masih ditemui masih ada masyarakat yang membandel, contohnya tak memakai masker, ya siap-siap saja ditindak petugas. “Sebenarnya sederhana itu, kita hanya mendisiplinkan orang saja. Karena kita khawatir masyarakat euforia (setelah PSBB usai),” tegas Zainuddin.

Makanya, ia ingin membangun kesadaran masyarakat mulai dari hulu ke hilir. Mulai dari tingkatan terendah dulu. Diakuinya, petugas siap lakukan tindakan represif bagi masyarakat yang tidak mematuhi aturan New Normal.

“Contohnya seperti masyarakat yang tak memakai masker namun tetap ngotot untuk masuk ke mal. Tetap akan kami amankan, lalu kami serahkan kepada pihak polisi atau penjaga keamanan mall. Jadi semua tindakan selanjutnya dari kepolisian, kami hanya bertugas mendisiplinkan saja,” tandasnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M