Ikuti Bridge Online “Jatim Stay at Home”, Regu Universitas Brawijaya Sabet Juara 1

Findy Prastica Ferdiandini, salah satu anggota tim Bridge Universitas Brawijaya (UB) yang memenangkan juara pertama Turnamen Bridge Beregu Online bertajuk “Bridge Jatim Stay at Home” yang digelar Gabsi Jatim pada 8-18 April 2020.

MALANG – Pandemi Covid-19 memicu sejumlah event olahraga terpaksa ditunda atau dibatalkan penyelenggaraannya. Namun, tidak demikian dengan cabang olahraga (cabor) bridge Jawa Timur (Jatim) yang tetap marak dengan pelbagai kegiatan. Penggunaan teknologi informasi memungkinkan atlet-atlet bridge tetap latihan dan mengikuti turnamen online.

Seperti halnya yang dilakukan Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jawa Timur dengan menggelar Turnamen Bridge Beregu Online bertajuk “Bridge Jatim Stay at Home”. Turnamen yang diselenggarakan pada tanggal 8 – 18 April 2020 ini, diikuti oleh regu-regu yunior dari 6 Kabupaten/Kota. Yaitu, Kota Kediri, Lumajang, Kota Blitar, Pacitan, Kota Pasuruan, Banyuwangi, serta regu Universitas Brawijaya (UB) dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

Dalam turnamen ini, regu dari Universitas Brawijaya yang beranggotakan Monica, Kiki Violita, M Yusuf Satria, Rex Falter S, Moses Galuh, dan Findy Prastica Ferdiandini berhasil meraih juara pertama dengan total 111.96 VP (victory point). Disusul juara kedua regu dari ITS dengan jumlah poin 87.09 VP dan perwakilan dari Kota Kediri dengan skor 82.25 VP.

Bambang Priambodo, Ketua Harian Pengprov Gabsi Jatim, mengatakan pihaknya ingin skill atlet bridge Jawa Timur bisa terus terasah. Pasalnya, mereka juga sedang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2021 mendatang.

“Para atlet junior ini kami siapkan karena tahun depan sudah menuju Porprov. Jadi, kami fokuskan dulu di kelas junior-junior ini dan dibuatlah event online ini. Tujuannya, agar atlet dari daerah bisa terus berlatih, tanpa takut terkena Covid-19 karena bisa dilakukan dari rumah,” ujar Bambang kepada radarmalang.jawapos.com, Minggu (19/4).

Sementara itu, dihubungi terpisah, Findy Prastica Ferdiandini, salah satu anggota tim Bridge UB mengakui senang bisa mengharumkan nama almamater di cabor yang dia kuasai. Menurutnya, persiapan yang dilakukan tidak main-main, yakni tim UB rajin berlatih secara offline sebelum mengikuti turnamen online ini.

“Kami latihan offline seminggu tiga kali. Disesuaikan jadwal masing-masing atlet. Tapi akhir-akhir ini kami latihan online melalui aplikasi BBO (Bridge Base Online) dari kediaman masing-masing,” ujar cewek jurusan Matematika angkatan 2016 itu.

Menurut Findy, dalam event yang diadakan Gabsi Jatim itu juga menggunakan aplikasi BBO. BBO adalah semacam web ataupun aplikasi yang biasa dipakai dalam turnamen bridge secara online.

Findy menambahkan, bridge yang dihelat baik offline maupun online tak banyak berbeda. Kala offline, tim bisa lebih leluasa membahas sistem penawaran bridge bersama dan lebih banyak board yang dimainkan.

“Sementara saat online, kami kesulitan dalam membahas sistem permainan dan materi play dalam bridge. Selain itu, kami juga butuh waktu lebih panjang untuk bermain, karena kadang ada masalah koneksi. Tapi keunggulannya bisa TM lawan dari daerah lain. Ya ada plus minusnyalah,” jelas dia.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Istimewa
Editor: Hendarmono Al Sidarto