Ampuh Putus Covid-19, Kampung Tangguh Bakal Diaplikasikan ke Semua RW

Acara Penyerahan Hadiah Lomba Kampung Tangguh di Wilayah Kota Malang, di Aula Skodam V Brawijaya, Jumat (22/5).

MALANG – Konsep Kampung Tangguh gagasan Universitas Brawijaya (UB) dan Korem 083/Baladika Jaya akan diaplikasikan ke seluruh Rukun Warga (RW) di Kota Malang. Langkah ini dilakukan karena dinilai ampuh untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 dari bawah.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Nuhfil Hanani mengatakan, Kampung Tangguh berbasiskan partisipasi masyarakat dengan prinsip gotong royong. ” Rencananya, rekayasa sosial dalam bentuk kampung ini bakal diteruskan di semua RW di Kota Malang. Jika dilaksanakan secara meluas pada semua RW, maka masalah pandemi Covid-19 akan cepat selesai,” kata Nuhfil di sela-sela acara Penyerahan Hadiah Lomba Kampung Tangguh di Wilayah Kota Malang, di Aula Skodam V Brawijaya, Jumat (22/5). .

Menurut Nuhfil, tujuan penerapan kampung tangguh ini agar masyarakat bisa mencontoh dan berbondong-bondong berinovasi lewat kampung demi memutus pandemi Covid-19. “Agar bisa diterapkan di seluruh RW, kami membutuhkan dukungan dari semua akademisi dari perguruan tinggi yang ada di Malang,” ujarnya.

Nuhfil mengungkapkan, kampung tangguh pertama kali digagas di Malang. Sekitar 80 lebih kampung tangguh telah diaktivasi di wilayah Malang Raya meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

Ketua Advokasi dan Kebijakan Publik Tim Satgas Covid-19 UB Prof Dr Unti Ludigdo, menjelaskan kampung tangguh adalah model pengembangan konsep terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat.
Unti mengatakan, masyarakat di kampung tangguh diedukasi dan diikutkan pelatihan secara simultan. Bahasannya, berkaitan dengan Covid-19. Mulai pengenalan dasar, pencegahan, teknik pemakaman, hingga keamanan wilayah jadi topik dalam model kampung tangguh ini.

“(Kampung Tangguh) Ini bentuk rekayasa sosial melawan Covid-19. Gerakan ini membantu masyarakat supaya tangguh apalagi banyak rumah sakit yang penuh. Jadi perlu ada ketangguhan di lini paling bawah masyarakat,” kata Unti.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UB itu berharap lewat rekayasa sosial ini tidak hanya menyoal pencegahan tapi juga dampak setelah Covid-19 usai. “Jadi nantinya mereka mengembangkan apa lagi dari kampung tangguh per daerahnya ini, inovasi-inovasi itu yang kita harapkan,” tandas Unti.

Sementara itu, Danrem 083/Baladika Jaya Kolonel Inf Zainuddin menyebut masyarakat adalah garda terdepan dalam memutus mata rantai virus korona “Kampung tangguh ini adalah gambaran gotong-royong, dan masyarakat akan jadi alat utama dalam memutus rantai. Kita harapkan aura kampung tangguh ini bisa menjadi solusi pemecahan masalah dalam wabah Covid-19. Bukan hanya di Kota Malang tapi Indonesia,” tutup Zainuddin.

Sementara itu, dari 65 kampung yang ikut lomba Kampung Tangguh di Wilayah Kota Malang, RW 4 Kelurahan Tasikmadu, Lowokwaru, Kota Malang, keluar menjadi yang terbaik. Kampung itu didapuk jadi juara 1 Kampung Tangguh melawan Covid-19 di Kota Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Hendarmono Al Sidarto