Travel Gelap Kena Cegat di Check Point PSBB Malang Raya, Mobil Disita dan Baru Bisa Diambil Bulan Depan

MALANG – Petugas gabungan yang berjaga di pos check point Jalan Raya Balearjosari, Kota Malang (Adiputro) kembali menyegat kendaraan travel gelap, Jumat (22/5). Padahal beberapa hari lalu kasus travel gelap juga ditemui oleh di Kota Malang.

Kendaraan travel gelap Suzuki Ertiga bernipol DK 1564 QL itu membawa lima orang penumpang. Mereka adalah pemudik dari Bali yang akan menuju ke Kabupaten Malang. Hasil pemeriksaan menyebutkan kendaraan itu membawa penumpang warga Kecamatan Bantur dan Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penumpang adalah warga Kabupaten Malang yang bekerja di Bali.

Kepala Pos Check Point dan Penyekatan Jalan Raya Balearjosari, Iptu M Syaikhu menjelaskan, awalnya kendaraan tersebut diperiksa karena memiliki plat luar Malang Raya. Juga, kendaraan mengangkut penumpang lebih dari 50 persen kapasitas kendaraan.

“Akhirnya kami lakukan pengecekan identitas baik pengemudi dan penumpang. Ternyata setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, identitas antara pengemudi dan penumpang tidak satu alamat dan tidak saling mengenal,” urai Syaikhu.

Karena melanggar peraturan PSBB, petugas pun mengambil tindakan tegas. “Kita lakukan penilangan kendaraan. Untuk kendaraan travel gelapnya sendiri kami tahan sementara. Di mana kendaraan baru bisa diambil bulan Juni nanti setelah mengikuti sidang tilang,” tegasnya.

Usai pemeriksaan, para penumpang dipulangkan dengan dijemput keluarga di pos check point atau melanjutkan perjalanan memakai kendaraan umum sendiri.

Sedangkan untuk pengemudi travel gelap diminta untuk balik ke tempat asal. “Namun sebelum diperbolehkan pulang ke tempat tujuan, para penumpang serta pengemudi jalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bebas Covid-19,” ujar Syaikhu.

Selain penemuan Jumat, polisi juga mengamankan travel gelap pada Kamis. Total kendaraan travel gelap yang hendak memasuki wilayah Kota Malang diperiksa.

Ada kendaraan travel gelap berplat Sidoarjo dan membawa penumpang warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang bekerja di Madura.

“Jadi tiga kendaraan travel gelap itu membawa penumpang dari Madura. Setelah dicek, ternyata penumpang merupakan warga Bantur, Kabupaten Malang. Kami langsung lakukan tindakan tegas, yaitu kendaraan travel gelap kami tahan dan dilakukan penilangan,” tandasnya.

Sementara penumpang dipulangkan dengan dijemput keluarga di pos check point, pengemudi travel gelap harus putar balik ke tempat asal.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M