Tak Pakai Masker, 26 Orang di Pasar Besar Malang Jalani Rapid Test Dadakan

KOTA MALANG – Tak semua orang mau mematuhi instruksi untuk mengenakan masker. Seperti yang terlihat di Pasar Besar Malang, Sabtu (23/5).

Petugas gabungan mendapati masih banyak pedagang, pembeli, hingga juru parkir yang tak memakai masker. Sedikitnya, ada 26 orang yang terjaring dan harus menjalani rapid test.

Rapid test kali ini terbilang dadakan. Awalnya, jajaran Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Satpol PP didampingi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata dan Dandim 0833 – Kota Malang, Letkol Inf Tommy Anderson berniat lakukan sidak toko yang masih nakal dengan nekat buka.

Di pertengahan jalan, saat lakukan sidak pertokoan, jajaran Forkopimda menggelar rapid test.

Kegiatan rapid test digelar tepat di depan halaman Pasar Besar Kota Malang. Para pengunjung Pasar Besar yang ketahuan tak memakai masker diharuskan ikut rapid test. Tim petugas kesehatan menyiapkan 40 alat rapid.

“Terkait rapid test ini kami prioritaskan kepada semua masyarakat, termasuk yang ketahuan tidak memakai masker, harus ikut rapid test,” tegas orang nomor satu di Kota Malang itu, Sabtu (23/5).

Pria asli Lamongan itu berujar bila menemukan hasil rapid test reaktif, maka orang tersebut harus jalani isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Bila ada yang reaktif, kami akan bawa ke rumah isolasi. Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan agar tidak kumpul dengan anggota keluarga yang lain,” urainya.

Perwal No 17 Tahun 2020 pasalnya sudah jelas. Selama PSBB, warga wajib memakai masker dan patuhi aturan physical distancing.

“Untuk operasi gabungan ini, akan kami lakukan secara rutin. Namun kami minta kepada masyarakat untuk mengerti dan menerapkan physical distancing. Perlu saya sampaikan, bahwa kami ingin agar PSBB Malang Raya hanya berjalan satu kali saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata mengatakan kegiatan rapid test dilakukan dengan cara random sampling.

“Jadi kami lakukan secara acak kepada masyarakat. Bila ada pengunjung Pasar Besar yang tak memakai masker, kami berikan masker gratis dulu dan kami minta untuk melakukan rapid test,” singkat Leo.

Gilang Aman, salah satu warga Jalan Zaenal Zakse yang juga tukang parkir kawasan Pasar Besar ikut masuk di salah satunya. Dia tak memakai masker. Padahal, kesehariannya bersinggungan dengan orang banyak.

“Saya biasa markir, dengan ada ini (rapid test), kalau bisa setiap hari ada, soalnya kan kasihan kita yang di lapangan ini, biar tahu keadaan,” ujarnya.

Hasil rapid test, dari sebanyak 26 masyarakat yang mengikuti kegiatan, semuanya non reaktif.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M