Ini Skema The New Normal Kota Malang Pasca PSBB

MALANG – Kota Malang menuju skema The New Normal. Solusi ini menjadi opsi penyelesaian masalah usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak dilanjutkan. Melalui skema ini, semua lapisan masyarakat diajak “berdamai” dan hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah menyiapkan skemanya untuk spirit baru tersebut. Menurutnya, ada empat langkah kebijakan yang disiapkan Pemkot Malang pasca PSBB. “Konsepnya sudah ada, kami sudah siapkan. Kerangka kerjanya juga sudah, terkait apa yang harus kami lakukan,” ujar pria penghobi olahraga bulu tangkis itu, Selasa (26/5).

Bahasan terkait The New Normal ini jadi perbincangan utama Pemkot Malang di hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri 1441 H. Lewat video conference (Vicon) di Ngalam Command Centre,  Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi dan Sekkota Malang Wasto, mengajak kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat dan lurah se-Kota Malang untuk menyiapkan skema pasca PSBB.

“Kami sudah membuat buku panduan, itu nanti dipedomani oleh seluruh masyarakat. Bisa jadi, nanti kami cetak sampai ke RW, diperbanyak ke RT. Atau bisa juga kami pakai softcopy lalu disampaikan kepada media dan semuanya,” kata wali kota yang akrab disapa Pak Aji ini.

Keempat skema itu, jelas Sutiaji, meliputi: 1. Menyiapkan The New Normal Life (penyusunan SOP hidup sehat dan protokol Covid-19 pasca PSBB); 2. menyiapkan RSUD sebagai rumah sakit darurat dan rumah isolasi untuk PDP ringan di Jalan Kawi; 3. Pemantauan penyakit kronis (data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan); dan 4. Paket kebijakan stimulus ekonomi (merumuskan kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat).

Ditanya akan diberlakukan mulai kapan konsep The New Normal ini, Sutiaji menjawab secepatnya. “Sesegera mungkin (kita sosialisasikan). Ini masih kita susun. Karena ini melibatkan banyak pakar, termasuk pakar kesehatan, orang ahli mikrobiologi, macam-macam,” papar Sutiaji.

Untuk menopang hal tersebut, Sutiaji memaparkan,Pemkot Malang segera mengembangkan lima strategi percepatan. Meliputi; Malber (Malang Berbagi), penguatan pentahelix selama masa Covid-19, Maldis (Malang Digital Service), mendorong layanan berbasis online dan mengurangi potensi berkumpul, Malherb (Malang Herbal), pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat, Malpro (Malang Beli Produk Lokal), mendorong penguatan ekonomi dan UMKM Lokal dan Malba (Malang Bahagia), kampanye digital gaya hidup sehat dan memfasilitasi program hiburan lokal serta penyediaan layanan psikologi.

Pewarta: Elfran Vido
Grafis: Rahadian Bagaskoro
Editor: Hendarmono Al Sidarto