Kasus Positif Korona Masih Tinggi, Efektifkah PSBB di Kota Malang?

MALANG KOTA – Akhir dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya tinggal menghitung hari. Efektifkah PSBB yang sudah berjalan 10 hari ini?

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, goal utama PSBB, yakni memutus rantai pandemi memang masih jauh dari kata memuaskan. Sebab, Kota Malang malah mengalami lonjakan kasus positif korona selama PSBB.

Antara 17 Mei hingga 24 Mei saja, ada tambahan 10 kasus positif baru di Kota Malang. Membuat total kasus positif korona di kota ini menjadi 35.

Namun, ada hal lain yang membuat Sutiaji gembira. Yakni kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Pertama, penggunaan masker.

“Kita lihat penggunaan masker. Kesadaran masyarakat ini sudah 90 persen dalam menggunakan masker,” ujar Sutiaji ditemui usai meninjau salah satu Kampung Tangguh, Glintung Water Street yang ada di RW 5 Kelurahan Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Selasa (26/5).

Kedua, penerapan physical distancing di tempat keramaian yang masih buka, seperti pasar misalnya. Menurut pria penghobi bulutangkis itu, pasar di Kota Malang mayoritas sudah mematuhi konsep ganjil genap.

Meski diakui olehnya, masih ada saja pasar yang sulit menerapkan protokol Covid-19.

“Di Kebalen itu saya kira susah. Kalau pedagangnya sudah oke, tinggal masyarakatnya, berjubelnya ini. Saya harap masih ada waktu sedikit ini, betul-betul pemahaman masyarakat bisa lebih masif,” tambahnya.

Ketiga, check point PSBB dinilai berjalan efektif. Tak hanya untuk mencegah masuknya kendaraan atau warga luar kota yang tidak memiliki urgensi, tapi juga memastikan apakah masyarakat sudah menerapkan physical distancing atau tidak.

“Kalau internal di kita ini untuk physical distancing seperti berboncengan sudah mulai ada pemahaman. Masih bisa terhitung (pelanggarannya), tidak begitu banyak, yang berboncengan pun rata-rata sudah satu keluarga,” urai Sutiaji.

Seperti kita tahu, PSBB menjadi semacam jalan pembuka menuju The New Normal. Lewat PSBB, Pemkot ingin menyadarkan masyarakat agar bisa “berdamai” dan hidup bersandingan dengan pandemi covid-19.

“Harapan kita, (peraturan) ini bisa kita tarik pasca PSBB. Namun, dengan catatan protokol covid-19 tetap bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido

Editor: Indra M

Wali Kota Malang Sutiaji kala Meninjau Salah Satu Kampung Tangguh di Kota Malang, Selasa, (26/5).