Jangan Senang Dulu, Protokol Kesehatan dan Penegakan Hukum Tetap Berlaku Selama Transisi

MALANG – Berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya yang disusul masa transisi menuju tatanan baru (new normal) tidak lantas masyarakat bebas bergerak seperti dulu. Pelaksanaan protokol kesehatan dan penegakan hukum Peraturan Wali Kota (Perwal) dan Peraturan Bupati (Perbub) terkait PSBB tetap ditegakkan.

“Berakhirnya PSBB bukan berarti kita kembali ke masa seperti yang dulu. Tidak. Tapi, apa yang sudah kita laksanakan terkait prinsip physical distancing dan pola hidup sehat, itu akan terus kita kerjakan. Dan apabila terjadi pelanggaran berdasarkan Perwal dan Perbup, tetap akan dilakukan penegakan hukum,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran seusai rapat bersama dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dan tiga kepala daerah Malang Raya di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (27/5) malam.

Menurut Fadil, selesainya PSBB lebih menuju ke tatanan kehidupan baru dengan berbasis protokol kesehatan yang selama ini sudah diterapkan. “Yang perlu dicatat adalah bahwa prinsip-prinsip yang ada dalam PSBB harus tetap kita pertahankan. Khususnya terkait dengan disiplin dan penguatan kampung tangguh,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PSBB Malang Raya hanya dijadikan ‘jembatan’ pembiasaan agar masyarakat tidak kaget dalam menyongsong tatanan baru . Nantinya, masyarakat diminta ‘berdamai’ dengan pandemi Covid-19. Khalayak diajak hidup berdampingan dan menerima keadaan dengan tetap memperhatikan semua pedoman yang ada di PSBB.

“Selama masa transisi new normal, percobaan sudah diberikan. Di fase ini, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Aktif, namun sedikit mulai agak dilonggarkan. Harapannya, masyarakat sudah terbiasa selama PSBB,” kata Khofifah.

Menambahkan pernyataan Fadil dan Khofifah, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah berharap masa transisi pasca PSBB bisa berjalan efektif. Menurutnya, masyarakat Malang Raya sudah bisa mengikuti pola hidup baru dengan tetap menaati peraturan protokol kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu cemas dan panik. Kita berharap masa transisi tujuh hari ini bisa berjalan dan dilaksanakan dengan baik. Tujuannya, supaya masyarakat kita betul-betul siap apabila diberlakukan the new normal life,” kata Widodo.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim memuluskan langkah Malang Raya untuk tidak memperpanjang PSBB. Skema restriksi ini bakal berakhir pada 30 Mei 2020. Keputusan itu diambil usai rapat koordinasi Gubernur Jatim bersama tiga kepala daerah Malang Raya di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (27/5) malam. Masa transisi PSBB ini akan dievaluasi selama tujuh hari sebelum nantinya akan masuk the new normal.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Hendarmono Al Sidarto