Khofifah: Enam Syarat Transisi Menuju Fase New Normal Dipenuhi Malang Raya

MALANG – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memenuhi keinginan Malang Raya untuk tidak memperpanjang masa restriksi atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pertimbangannya, ketiga kepala daerah memenuhi enam syarat untuk memasuki masa transisi menuju fase new normal atau tatanan baru.

Karena itu, Khofifah meminta ketiga kepala daerah Malang Raya mempersiapkan transisi pasca restriksi sesuai pedoman dari World Health Organization (WHO).  “Jadi, kalau restriksinya adalah pembatasan sosial, ada enam syarat yang harus dipastikan ketika selesai pembatasan,” kata Khofifah usai rapat bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dan  tiga kepala daerah Malang Raya di Bakorwil III Malang, Rabu (27/5) malam.

Poin pertama yang harus dijalankan, kata Khofifah, Malang Raya harus bisa membuktikan bahwa persebaran Covid-19 terkontrol. Berdasarkan rapat evaluasi hari ke-11 PSBB Malang Raya, gubernur menilai Malang Raya lumayan berhasil menekan laju pasien positif.

Kedua, ujar Khofifah, kapasitas kesehatan saat ini masih cukup untuk tes (rapid test dan PCR), isolasi di rumah sakit, tracing, dan karantina pasien yang konfirmasi.

“Poin kedua kami dapatkan konfirmasi dari tiga kepala daerah di Malang Raya. Ini tercukupi, bahkan di Kota Batu sampai dengan hari ini baru terpakai 20 persen,” tambah Khofifah.

Ketiga, populasi berisiko harus dilindungi. Khususnya kepada lansia dan individu dengan penyakit bawaan (komorbid). Poin ketiga ini pun dianggap oleh mantan Menteri Sosial RI ini bisa dipenuhi Malang Raya.

Keempat, Khofifah menambahkan, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan. “Nomer empat ini masih membutuhkan re-edukasi, re-sosialisasi, dan peningkatan kedisiplinan. Tapi prinsipnya para bupati, wali kota di Malang Raya ini punya komitmen yang kuat untuk terus mendistribusikan masker, mengajak masyarakat menjaga protokol kesehatan,” kata Khofifah.

Tak lupa, wanita berjilbab ini mengapresiasi kampung tangguh yang digaungkan tiga daerah di Malang Raya untuk melawan Covid-19.

Kelima, ujar dia, risiko penyebaran kasus baru dapat diminimalkan. “Kelima ini oleh tiga kepala daerah di Malang Raya sudah bisa melakukan monitoring dengan pasti. Bahwa mereka bisa mengontrol dengan peta yang mereka miliki masing-masing,” tutur gubernur Jatim perempuan pertama ini.

Poin terakhir, kata Khofifah, komunitas harus turut aktif dilibatkan dalam melawan penyebaran covid-19. “Kami melihat bahwa modal sosial masyarakat di Malang Raya luar biasa. Sebuah modal sosial yang luar biasa ini akan menjadi penguat bagi upaya mencegah dan menghentikan Covid-19 di Malang Raya,” tegas dia.

Menurut Khofifah, kekuatan utama Malang Raya yang luar biasa dalam memutus pandemi ada di poin terakhir atau keenam. Sementara itu, PSBB Malang Raya bakal berakhir pada 30 Mei 2020 dan mulai evaluasi masa transisi selama tujuh hari sebelum akhirnya masuk skema The New Normal.

Pewarta: Elfran Vido
Grafis: Rahardian Bagaskoro
Editor: Hendarmono Al Sidarto