Perwal-Pergub New Normal, 70 Persen dari Peraturan PSBB, Sisanya Dilonggarkan

Wali Kota Malang Sutiaji memberikan keterangan pers.

MALANG – Tiga Kepala Daerah Malang Raya tengah menyiapkan peraturan wali kota (Perwal) dan peraturan bupati (Perbup) tentang tatanan baru (new normal), terkait akan dihentikannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 30 Mei 2020. Rencananya, peraturan tersebut akan diambilkan 70 persen dari peraturan PSBB dan 30 persen sisanya adalah peraturan yang dilonggarkan.

“Yang kami pertahankan (peraturan) berkaitan dengan Covid-19, sementara yang kami longgarkan berkaitan dengan dampaknya, seperti ekonomi dan lainnya. Protapnya tetap, jadi goal-nya ini transisi bagaimana pola hidup masyarakat bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (28/5).

Menurut dia, setelah tanggal 30 Mei nanti Perwal tatanan baru diusahakan segera terbit. Masa transisi menuju skema tatanan baru akan berjalan selama 7 hari. Harapannya, setelah 7 hari, masyarakat Malang Raya sudah terbiasa dan masuk ke dalam the new normal life. Sosialisasi akan dijalankan secepatnya.

“Jadi, tentang bagaimana pola hidup dan gaya hidup ketika PSBB itu nanti akan diboyong pada masa transisi dan masa new normal life. Insya Allah, hari ini akan digodok oleh tiga kepala daerah, pukul 13.00 di Balai Kota Malang,” tambahnya.

Walau PSBB selesai, orang nomor satu di Kota Malang ini menegaskan bukan berarti Covid-19 selesai. Masih ada jalan panjang yakni transisi dan new normal. “Saya tegaskan pasca PSBB bukan berarti covid-19 selesai. Kita belum masuk new normal life, tapi masuk transisi,” urai Sutiaji.

Pria penghobi bulutangkis ini mengapresiasi langkah tangguh tiga kepala daerah Malang Raya yang selama ini berjuang bersama melawan Covid-19. “Bahwa kita memulai dulu juga bersama-sama, kita selalu koordinasi saling mengisi di antara kami bertiga. Ketika mau memutuskan PSBB bersama juga kami selalu koordinasi, saat PSBB evaluasi kami juga bersama,” papar Sutiaji.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Hendarmono Al Sidarto