Satu Orang Diduga Positif Covid-19, Warga Satu RT Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Yuli Isdarmianto, Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang (kiri).

KOTA MALANG – Warga RT 03 RW 07 Kelurahan Kedungkandang Kota Malang ini mungkin bisa jadi contoh rasa gotong royong di masa pandemi Covid-19. Di saat ada satu warganya, berinisial SU, diduga positif korona sejak 23 Mei lalu, warga RT yang berada di sisi barat jembatan Kedungkandang ini tidak tinggal diam.
SU yang mengkarantina diri di rumahnya bersama tujuh anggota keluarga lainnya, dipenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari sembako, peralatan mandi, hingga paketan data internet oleh warga RT03.

“Pada tanggal 24 Mei kemarin petugas dari Dinkes (Dinas Kesehatan Kota Malang) ke sini dan mengatakan harus mengisolasikan warga kami tersebut di rumah bersama anggota keluarga lainnya,” kata Ketua RT 03 RW 07 Yuli Isdarmianto kepada radarmalang.jawapos.com, Jumat (29/5).

Yuli menjelaskan, keluarga pasien SU sendiri ada tiga orang, namun di rumah tersebut tinggal bersama empat anggota keluarga lainnya. “Jadi satu rumah ditinggali dua Kartu Keluarga (KK). Satu keluarga pasien satu keluarga saudaranya jumlahnya juga empat,” ujarnya.

Nah, dengan keadaan isolasi mandiri, keluarga SU tentunya tidak mempunyai pendapatan sama sekali. SU beberapa hari ini sudah tidak bekerja sebagai pedagang salah satu pasar malam di Kota Malang.

Mendapati keadaan tetangganya seperti itu, warga RT 03 pun tak tinggal diam. Warga dengan rasa gotong royong terus memenuhi kebutuhan dasar keluarga SU, seperti sembako, dan alat mandi.

“Bahkan paketan data juga kami berikan agar keluarga yang sedang isolasi diri bisa internetan dan terhibur lah tidak stress di rumah,” kata Yuli.

Yuli menceritakan, ketika Lebaran kemarin, zakat yang diserahkan ke keluarga SU lebih banyak dibandingkan dengan warga lainnya. “Karena keluarga pasien tersebut yang memang paling membutuhkan,” kata dia.

Untuk menyerahkan ke keluarga tersebut, Yuli menjelaskan, semua barang bantuan diletakkan di meja yang sudah disiapkan di halaman rumah pasien tersebut. “Barangnya kemudian diambil oleh istri atau anak SU. Untuk mengetahui kebutuhan keluarga tersebut, biasanya SU berkirim pesan melalui WhatsApp group. Jadi kami memang saling membantu untuk warga dan dari warga sendiri,” beber Yuli

Yuli menjelaskan, tak hanya memenuhi kebutuhan pangan dan paketan, warga RT03 juga mencoba untuk menyehatkan satu keluarga pasien tersebut dengan rutin mengingatkan berjemur.

“Biasanya saya setelkan musik, kemudian terus saya ajak senam melalui pesan WA. Dan mereka berjemur dan senam. Itu dilakukan supaya lebih sehat pasiennya dan kadang kalau ada bantuan vitamin dari kelurahan saya juga salurkan ke keluarga pasien,” tutur dia.

Yuli menjelaskan, sebelum dinyatakan diduga positif Covid-19, SU mengeluh sakit sesak dan sakit di lambung pada 11 Mei lalu. “Terus SU ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk periksa dan hasilnya dia asam lambung katanya,” ujar Yuli.

Pada hari-hari selanjutnya, SU sempat mengurung diri di rumah untuk proses penyembuhannya. Namun tiga hari selanjutnya tepatnya pada 16 Mei, SU mulai terlihat beraktivitas kembali di sekitar kawasan RT 03. “Bahkan, SU sempat salat tarawih dan juga ikut ronda,” tuturnya.

Menurut Yuli, warga tidak menaruh kecurigaan pada SU karena terlihat sehat. Sampai pada akhirnya, tanggal 23 Mei 2020 saat Dinas Kesehatan menemuinya dan juga perangkat RW 06 untuk memberitahukan bahwa SU diduga positif korona dan menyuruh untuk isolasi mandiri.

“Dari situlah warga langsung kebingungan karena sudah banyak yang berkontak langsung dengan pasien,” imbuh Yuli.

Dinas Kesehatan pun, lanjutnya, melakukan rapid test kepada 16 warga yang diduga berkontak langsung dengan SU pada 26 Mei 2020. “Dari tracing Dinkes ada 16 orang. Dan sudah dilakukan rapid test hasilnya ternyata negatif semua, alhamdulilah,” jelas dia.

Sementara untuk keluarga SU sendiri, kata Yuli, Dinas Kesehatan melakukan tes swab pada tanggal yang sama, 26 Mei. Hasilnya akan keluar pada Senin (1/6).

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Hendarmono Al Sidarto