Tiga Pekan, Kasus Positif Covid-19 di Malang Raya Bertambah 323 Orang

Petugas menguji sampel darah warga dalam rapid test di Kampung Putih Kota Malang, beberapa waktu lalu. Foto: Laoh Mahfud/Radar Malang

KOTA MALANG – Hingga Minggu (28/6), jumlah kasus positif Covid-19 di Malang Raya sudah mencapai 465 orang. Dari jumlah itu, 323 kasus di antaranya terkonfirmasi dalam kurun waktu tiga pekan, antara 7-28 Juni.

Artinya, ada lonjakan signifikan jumlah positif Covid-19 pasca penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya. Bila dirata-rata, kasus positif bertambah 15 orang setiap harinya.

Lonjakan tertinggi terjadi di Kota Malang. Di mana dalam kurun tiga pekan, pasien positif bertambah 148 orang. Sementara di Kabupaten Malang, bertambah 126 orang. Sementara di Kota Batu, ada tambahan 49 penderita baru pasca PSBB.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, ada beberapa faktor yang memicu lonjakan ini. Di antaranya, mobilitas warga pasca berakhirnya PSBB. Serta rendahnya kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, Husnul menilai bahwa lonjakan juga dipicu semakin gencarnya tracing. Juga rapid tes massal yang dilakukan Pemkot, dan organisasi lainnya.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

”Semakin banyak orang yang terdeteksi (positif Covid-19) ini karena teman-teman di puskesmas melakukan tracing yang ketat. Siapa pun yang kena dalam jaringan tracing itu langsung ditindaklanjuti,” ujar Husnul.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso beralasan, jumlah pasien positif melonjak drastis karena pihaknya intens melakukan tracing terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. ”Termasuk di lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Saat salah satu aparatur sipil negara (ASN) terkonfirmasi positif, pihaknya langsung melakukan tracing di area Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. ”Semua di-rapid test. Kalau hasilnya reaktif dilanjutkan swab,” kata politikus PDIP itu.

Contoh lainnya, dia melanjutkan, munculnya kluster di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, beberapa waktu lalu. Saat ada yang terkonfirmasi positif, semuanya di-tracing sehingga teridentifikasi. ”Karena kalau tidak diketahui, justru akan lebih bahaya,” tutur mantan anggota DPRD Kota Batu itu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di koran Jawa Pos Radar Malang

Pewarta: Arlita Ulya, Ulfa Afrian
Editor: Indra M