Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kena Imbas Kayutangan Heritage, Akses Jembatan Pelor Padat dat!

Shuvia Rahma • Senin, 23 November 2020 | 18:22 WIB
Pengendara saat melewati Jembatan Pelor  Kota Malang. Jalur ini menjadi akses alternatif saat Jalan Basuki Rahmat ditutup untuk pembangunan Kayutangan Heritage (Laoh Mahfud / Radar Malang)
Pengendara saat melewati Jembatan Pelor Kota Malang. Jalur ini menjadi akses alternatif saat Jalan Basuki Rahmat ditutup untuk pembangunan Kayutangan Heritage (Laoh Mahfud / Radar Malang)
MALANG KOTA - Penutupan Jalan Basuki Rahmat Karena pembangunan kawasan Kayutangan Heritage hingga Desember mendatang membuat warga bingung mencari jalur alternatif. Apalagi saat Avia memutuskan untuk menutup kembali jalan tembusan, membuat warga tumpah ruah di Jembatan Pelor untuk melintas. Berharap dapat cepat, Jembatan yang terletak di Gang XIII, Samaan, Kecamatan Klojen itu pun malah macet parah.

Salah satunya adalah Chandra Hapsari yang kerap melewati jembatan tersebut ketika berangkat bekerja.

"Ya bagaimana lagi, kalau lewat jalan lain memutarnya terlalu jauh juga. Mau berangkat lebih pagi, eh ternyata macetnya sudah dari pagi. Karena bukan cuma saya yang mikirnya begitu," ujar pegawai swasta ini.

Photo
Photo
deretan panjang motor yang akan melewati Jembatan Pelor (istimewa)

Sebenarnya, ia juga sudah diberi tahu beberapa alternatif jalan lain selain melewati Jembatan Pelor. "Ada jembatan gantung juga di gang IX. Tapi kita harus mendorong dulu dan jembatannya goyang-goyang, jadinya takut kalau lewat sana," ungkapnya.

Sehingga karena kemacetan ini, mau tak mau dia harus bersabar dan menjalani saja.

Warga setempat juga menuturkan bahwa memang semenjak pagi, kawasan jalan tersebut juga sudah macet parah.

"Puncaknya ya ketika pukul 07.00 WIB pagi. Semuanya menumpuk dan macet di jembatan ini. Macetnya mulai dari Masjid Al-Kautsar dan Jl Kaliurang. Warga sini pun kalau melintas susah, mau nyebrang juga susah karena jarang yang mengalah, " keluh Rahmat Fauzi, Ketua Karang Taruna di Gang XIII Samaan.

Apalagi akibat ditutupnya jembatan pelor ini sempat menimbulkan kecelakaan, yaitu salah seorang warga tertabrak. "Beberapa waktu lalu teman saya keserempet. Makanya kita buat banner dan menghimbau pengguna jalan agar hati-hati dan pelan-pelan, " tandasnya.



Pewarta : Errica Vannie
Editor : Shuvia Rahma
#jembatan pelor malang #Eri #RMO #Kayutangan Heritage