“Kami mengakui masih banyak pelanggaran seperti melawan arah, terutama dari arah Semeru menuju ke Tangkuban Perahu. Mereka sering beralasan mau ke tempat dekat-dekat saja, seperti di RS Hermina, Balai Kartini dan Sima Lab,” ujar Kasi Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Dishub Kota Malang, Heriyono kepada Radar Malang Jumat (26/2).
“Tapi kami tidak menoleransi, kami terus sosialisasikan bahwa Tangkuban Perahu saat ini sudah satu arah,” tambah dia.
Heriyono menambahkan, pihaknya akan terus menyiagakan personel untuk melakukan sosialisasi di titik yang sudah ditentukan. “Untuk personel kami siagakan minimal 2 orang di titik paling ujung Jalan Tangkuban Perahu. Sistem kerjanya dibagi dua shift, harapannya petugas di lapangan bisa menyosialisakan kepada masyarakat bahwa Tangkuban Perahu kini satu arah,” tegas dia.
Sering ditemui juga pengguna jalan yang ngeyel ketika diberitahu oleh petugas di lapangan. Hariyono menyebut, hal tersebut adalah hal biasa karena warga masih membutuhkan adaptasi dengan aturan baru ini.
“Diharapkan dalam waktu dekat pengguna jalan bisa mengerti jika area tersebut merupakan lajur satu arah,” terang Heriyono.
Sementara itu, selain memahamkan pengguna jalan, Dishub Kota Malang juga melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di sekitar Tangkuban Perahu.
"Saya juga turun langsung membantu sosialisasi kepada mereka, karena mobilitas di kawasan tersebut tinggi. Maka diperukan sosialisasi kepada pelaku usah untuk menaati peraturan yang sudah berlaku,” pungkas Heriyono.
Pewarta: Andika Satria Persana Editor : Shuvia Rahma