Salah satu penjaga parkiran 24 jam di Terminal Arjosari Bangkit mengatakan, omzet yang tinggal separo dampak sepinya penumpang bus di Terminal Arjosari. "Dulu sebelum pandemi omzet nya mencapai Rp 300 ribu (tiap hari), kena PSBB awal turun menjadi Rp 200 ribu, sekarang ketambahan PPKM Darurat jadi turun lagi setengahnya," ucapnya.
Penurunan omzet membuat mereka harus mengganti jadwal shift kerja agar penjaga parkir lainnya masih bisa bekerja tanpa harus diputus kerjakan. "Dulu seminggu libur cuma sehari, sekarang seminggu liburnya bisa sampai 3 hari," keluh pria berusia 25 tahun tersebut.
Sementara itu, pemilik penitipan sepeda motor 24 jam "Barokah", Suryani mengatakan dirinya terpaksa harus memberikan jatah libur lebih banyak kepada karyawannya. Lantaran tidak ingin merumahkan sebagian karyawan yang didominasi oleh anak perantauan.
"Saya kasihan kalau karyawan disini di PHK, jadi jalan tengahnya ya diberikan banyak waktu libur supaya yang lain bisa kebagian," terangnya.
Dia menambahkan, dengan melonjaknya kasus Covid-19 menimbulkan kekhawatiran kepada dirinya sendiri dan usahanya. Untuk itu, tempat penitipan sepeda miliknya menerapkan protokol kesehatan kepada para pelanggan.
"Rasa khawatir ada, tapi namanya butuh (pendapatan). Kita juga sediakan hand sanitizer untuk orang yang mau titip juga, protokol kesehatan juga alhamdulillah disini ada,” pungkasnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana
Editor : Ahmad Yani