Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto menjelaskan bahwa jumlah itu hampir 90 persennya. Penggunanya pun dari usia 7 tahun hingga lansia. Sementara untuk warga yang belum terkoneksi internet, lanjut pria yang kerap disapa Wiwid itu, masih dalam usia kurang dari 7 tahun. Artinya, anak usia balita masih belum tercatat menggunakan gawai sendiri maupun jaringan internet secara pribadi. Sebab, para balita kerap mengakses internet bersama kedua orang tuanya.
Bahkan untuk menunjang warga tersambung internet, Diskominfo memfasilitasi WiFi gratis di tiap kelurahan. Bahkan kecepatannya pun bervariasi. Adanya WiFi gratis tersebut bakal membantu masyarakat dalam mengakses sejumlah informasi. ”Kami ada anggaran sekitar Rp 700 juta untuk internet bulanan di 57 titik WiFi gratis tersebut,” terang Wiwid. Jadi salam setahunnya total dianggarkan sebesar Rp 8,4 miliar untuk internet bulanan gratis di 57 titik WiFi.
Sementara itu, provider plat merah-PT Telkom, membeber data jika pengguna jasa internet produknya di Malang Raya terdata sudah sebanyak 1,2 juta. Sementara kemungkinan, lebih dari 800 ribu pelanggan menggunakan jasa provider lain. ”Kami kalkulasi setidaknya ada 150 ribu kabel optic (khusus jaringan internet) yang telah menyambung ke beberapa rumah pelanggan, dari tiap kabel itu setidaknya rata-rata ada 8 pengguna tiap rumah dan itu se-Malang Raya,” beber General Manajer (GM) Wilayah Telkom (Witel) Malang Sonny Hidayat.
Jumlah tersebut (1,2 juta pelanggan), menurut Sonny sudah hampir mencapai separo dari total penduduk Malang Raya. Meski demikian, data tersebut hanya untuk pelanggan WiFi rumah saja. Belum tercatat juga masyarakat yang menggunakan kartu SIM biasa milik Telkom yakni Telkomsel. Sonny belum bisa memastikan berapa jumlah pengguna kartu SIM Telkomsel yang dipakai oleh masyarakat.
Tak hanya itu, ada sejumlah wilayah di Malang Raya khususnya sebagian Kabupaten Malang yang belum bisa terkoneksi internet. Khususnya wilayah yang dilalui kabel optic. Sonny masih punya cara lain yakni dengan memaksimalkan layanan orbit milik Telkomsel. ”Ada beberapa wilayah di Kabupaten Malang yang memang sulit dijangkau (kabel optic) karena sulitnya medan, maka masyarakat bisa menggunakan layanan orbit yang bisa diakses menggunakan jaringan seluler,” katanya. (adn/fin/fif/abm/mas) Editor : Mardi Sampurno