Direktur RS Hermina dr Agnes Widayu Estiningsih MMRS menyampaikan bahwa seremoni peresmian gedung baru kali ini, dibarengi dengan acara halalbihalal. Oleh karenanya dihadirkan seluruh dokter spesialis di RS Hermina.
"Selain menjadi ajang silaturrahim untuk seluruh dokter spesialis dan manajemen RS Hermina, acara ini sekaligus menandai resminya gedung baru, instalasi intensif dan kamar operasi,RS Hermina" katanya.
Untuk diketahui, gedung baru instalasi intensif ini adalah gedung ketiga yang dimiliki oleh RS Hermina yang dibangun sejak Mei 2021. Dan resmi beroperasi sejak April 2022. Didalamnya terdiri dari 5 lantai. Rinciannya, lantai 1 dan 2 untuk tempat parkir. Sementara lantai 3 untuk ruang operasi, ICU, NICU, PICU dan ruang bersalin. Sedangkan lantai 4 untuk ruang rawat inap serta lantai 5 untuk dapur.
dr Agnes menyebut kamar operasi yang lama dipindahkan ke gedung yang baru. Jika sebelumnya hanya ada 2 kamar operasi kini menjadi 4 ruang operasi. Tentu dengan kualitas standart yang sudah sesuai dengan standart nasional.
"Dimana didalamnya ada pintu otomatic door, ada fasilitas laminar air flow sehingga aliran udara kotor yang keluar bisa diolah menjadi udara bersih, kemudian masuk ke kamar operasi," ucap dr Agnes.
Selain itu, ada beberapa alat baru yang melengkapi fasilitas kamar operasi RS Hermina. Seperti Laparoskopi untuk bedah perut, C-Arm untuk menunjang tindakan urologi, orthopedi dan Phaccoemulsifikasi untuk operasi mata katarak. "Kita juga sedang mengembangkan alat untuk bedah urologi menggunakan prosedur PCNL, utamanya untuk menghacurkam batu ginjal dengan tembakan laser," tambahnya.
Selain kamar operasi, di lantai 3 gedung baru instalasi intensif juga terdapat kamar bersalin. Utamanya untuk penanganan tindakan gawat darurat seperti operasi sesar. "Di kamar bersalin ini ada kamar bersalin khusus untuk VIP dengan view yang membuat pasien nyaman,"tandas dr Agnes.
Di lantai yang sama dengan kamar operasi dan kamar bersalin, ada juga kamar perawatan intensif. Yakni ICU untuk kamar perawatan dewasa, PICU untuk perawatan khusus ruang intensive pediatrik anak dan NICU untuk ruang perawatan intensif bayi (sampai usia 28 hari).
"Detilnya, ada 4 kamar operasi, 16 kamar perawatan intensif dan 4 kamar bersalin di lantai 3. Di lantai 4 ada 20 bed untuk kamar inap," jelas dr Agnes.
Dengan adanya penambahan gedung baru ini, dr Agnes berharap RS Hermina bisa menjadi RS unggulan bukan hanya ibu dan anak saja. Namun menjadi RS pusat rujukan untuk pelayanan umum.
"Sehingga kami terus memperbaiki layanan mulai dari IGD nanti menjadi pusat rujukan pelayanan umum. Seperti melayani trauma kecelakaan contohnya patah tulang sudah bisa kita lakukan tindakan di kamar operasi ortopedi," tegasnya.
Untuk menuju RS pusat rujukan pelayanan umum, RS Hermina hingga saat ini memiliki lebih dari 96 dokter spesialis. Termasuk, spesialis kandungan, anak, bedah ortopedi, mata, kulit, paru dan lainnya.
Pewarta: Binti Nikmatur Rosidah
Foto: Binti Nikmatur Rosidah Editor : Didik Harianto