Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lima Tokoh Minat Maju Kursi N-1, Tapi Kesannya Masih Malu-Malu

Mardi Sampurno • Rabu, 25 Mei 2022 | 19:35 WIB
Photo
Photo
MALANG KOTA- Rupanya, diam-diam sejumlah publik figur di Kota Malang mulai melakukan ”tes ombak” untuk menguji respons masyarakat atas niatan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang periode 2024-2029 mendatang. Ini terlihat dari aktivitas pembicaraan di media sosial (medsos)  seperti WhatsApp group sejumlah komunitas di Kota Malang beberapa minggu ini. Tampak ramai dengan postingan foto yang diindikasikan bakal maju nyalon wali kota Malang. Bahkan, ada yang sudah memasang banner tokoh yang mengarah pada pencalonan wali kota

Setidaknya, sudah ada lima tokoh yang mulai intip-intipan untuk merebut kursi N1 (wali kota Malang). Memang, mereka belum secara tegas menyatakan siap maju, namun sinyal-sinyal mengarah ke sana mulai kentara. Mereka ada rasa mau, tapi masih malu-malu. Karena masa jabatan Wali Kota Malang Sutiaji berakhir 2023 mendatang. Lima tokoh itu antara lain Arief Wahyudi (anggota DPRD), Widayati Sutiaji (Ketua TP PKK), Mochamad Anton (mantan Wali Kota Malang) Saguanto (pengusaha), dan Laily Fitriyah Liza Min Nelly (Ketua DPD Perindo Kota Malang).

Nama mereka selama ini yang cukup santer disebut-sebut akan meramaikan bursa calon wali kota. Sementara nama Sutiaji belum masuk, karena wali kota yang kini masih menjabat ini dalam berbagai kesempatan menyatakan tidak akan maju lagi. Menanggapi adanya sinyal akan dicalonkan menjadi wali kota, Widayati Sutiaji menegaskan sejauh ini belum ada pandangan maju ke pilwali mendatang.”Saya sampai detik ini tugas saya mendampingi suami (Sutiaji) saja sampai habis masa jabatannya,” tegasnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Malang itu juga terlihat masih malumalu untuk bicara kansnya bisa terpilih menjadi wali kota menggantikan suami. Namun jika menganalisis lebih dalam, keterlibatannya ikut dengan sang suami saat kegiatan di lingkungan Pemkot Malang cukup intens. Bahkan kerap kali dia mendapat kesempatan untuk berbicara kepada masyarakat saat Sutiaji melakukan kunjungan kerja. Dengan itu, kans dirinya untuk maju ke pilwali terbilang cukup besar.

Tak hanya itu saja, nama Mochamad Anton juga santer diisukan maju kembali menjadi wali kota Malang. Pria yang akrab disapa Abah Anton itu ramai dibicarakan maju ke pilwali karena sudah muncul sejumlah banner bergambar dirinya. Beberapa tempat seperti di sekitaran Pasar Besi, di Kelurahan Bumiayu bertebaran banner dengan wajahnya yang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa maupun Hari Raya Lebaran.”Saya itu malah belum tahu tentang itu (tujuan pemasangan banner),” singkatnya.

Meski demikian, pria berusia 56 tahun itu tak masalah jika maju dalam pilwali mendatang. Sebab, banner yang dipasang itu kemungkinan besar dari para pendukungnya. Bahkan secara terang-terangan dia diusulkan maju menjadi wali kota karena desakan masyarakat. ”Ada beberapa tokoh masyarakat yang meminta saya maju (pilwali), ya dipikir nanti saja,” tegas pengusaha sukses ini.

Bergeser ke Arief Wahyudi. Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang itu juga ramai di medsos akan maju menjadi wali kota. Sejumlah meme berwajah politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disebar netizen dengan kalimat bernada siap menjadi wali kota Malang. Menanggapi hal itu, Arief pun santai namun optimistis bisa saja mencalonkan diri. ”Lho siapa yang tidak mau menjadi wali kota, itu hak masyarakat untuk memunculkan nama (calon wali kota),” terangnya. Jika melihat track record-nya, Arief cukup vokal dengan sejumlah permasalahan Pemkot Malang. Mulai dari konflik tiga pasar yakni Pasar Besar, Pasar Blimbing dan Pasar Gadang sudah dia pahami akar masalahnya. Di berbagai forum dia termasuk yang paling kritis terhadap fenomena di masyarakat. Terutama masalah fasilitas dan layanan publik yang dia anggap tak beres. ”Kalau paham dengan karakter Malangan, itu sudah jelas bisa kuat menjadi pemimpin. Itu sudah jadi kunci,” paparnya.

Berbeda dengan yang lain, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Kota Malang yang ramai diisukan maju ke kursi N1 masih tampak malu-malu tapi mau. ”Lah saya itu malah baru tahu dari masyarakat yang ramai ingin saya maju, tapi ya nggak masalah kalau maju,” katanya. Nelly juga hanya berbicara singkat tentang kansnya bisa memenangi pilwali. Baginya perlu ada dukungan dari partai dan pimpinan pusat. Begitu juga dengan restu anggota partainya apakah diizinkan untuk maju.

Selain empat tokoh tersebut, ada nama lain yang juga santer bakal maju. Dia adalah Saguanto, seorang pengusaha pakaian militer. Dia maju bukan karena keinginan sendiri, melainkan dari keinginan para pedagang dan temannya. Namun untuk kans maju, dia masih menimbang lagi karena jelas tak mudah. ”Perlu dukungan dari partai yang menyokongnya, bahkan dana untuk pemilu saja butuh uang yang banyak,” kata Taufiq Saguanto yang mewakili tanggapan ayahnya itu. Bagi Taufiq, jika ada parpol yang mendukung ayahnya jelas tak ada masalah. Namun ada hal penting yang dia harus pikirkan. Yakni sejauh mana peran sosial ke depan ayahnya di mata masyarakat. Dia pun mengembalikan lagi ke ayahnya jika memang mau maju dalam bursa pilwali mendatang. Saat ini ayahnya tersebut masih belum bersedia maju jika masih ada money politic di dalamnya. (adn/abm)

Sementera itu, Terkait munculnya nama-nama yang dikabarkan akan maju menjadi wali kota Malang, partai politik rupanya memilih wait and see. Pertimbangannya konstelasi pemilihan wali kota (pilwali) dianggap masih terlalu jauh. ”Sementara kalau masalah wali kota belakangan saja, toh yang definitif saat ini masih punya satu tahun jabatan lagi, masih panjang,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Malang Fatchullah. Fatchullah menambahkan parpolnya ke depan masih fokus untuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tahun 2024. Sebab, gelaran pilwali kemungkinan besar berlangsung pada akhir tahun 2024. Dengan itu mereka masih fokus membina para kader yang memungkinkan untuk maju menjadi wali kota.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Riandiana Kartika. Parpolnya masih fokus untuk gelaran pilpres dan pileg. Namun untuk pilwali, dia secara gamblang siap memberikan kader untuk maju menduduki kursi N1. ”Kami sudah ada beberapa kader yang siap, tapi nanti saja,” kata Made. Made juga bakal berkonsultasi dengan dewan pimpinan pusat (DPP) terkait kader yang akan diusulkan. Jelas tak mudah baginya. Dia masih melakukan pembinaan kader agar ke depan bisa dipercaya oleh warganya. (adn/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Kota Malang #Calon Wali Kota Malang #Kursi N-1 #radar malang #Medsos