Sebagai informasi, pada 2020 lalu, ada permasalahan besar yang terjadi pada PPDB jalur zonasi. Di mana sistem PPDB yang seharusnya terkoneksi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang ternyata ada masalah. Hal ini sampai membuat ratusan wali murid berbondong-bondong ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, hingga Wali Kota Malang Sutiaji meminta maaf langsung kepada mereka. Waktu pelaksanaan PPDB akhirnya juga diperpanjang. Kemudian pada 2021, masih ada beberapa kendala mengenai sistem PPDB online, tapi tidak separah seperti tahun sebelumnya. Kendala itu masih bisa diatasi dengan cepat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, pada hari kedua dan ketiga pelaksanaan PPDB jalur zonasi, terjadi penumpukan peserta yang mengakses situs PPDB di jam 15.00 hingga 17.00. Kondisi itu, sempat membuat peserta tidak bisa mengakses situs tersebut atau gagal log in. "Ngadatnya itu hanya di jam-jam tertentu memang banyak yang mengakses. Selebihnya pelaksanaan zonasi aman," tuturnya.
Klaim aman itu bukan tanpa dasar. Suwarjana menjelaskan keyakinannya dikarenakan posko-posko yang disiapkan oleh disdikbud. Baik di tingkat SD, SMP maupun di dinas sendiri, tidak ramai didatangi peserta yang melaporkan keluhan. "Masing-masing posko tidak terlalu banyak masyarakat yang bingung atau menyampaikan keluhan. Hari kedua itu di dinas pendidikan cuma 8 orang yang datang ke posko," terangnya. Tambahan informasi, disdikbud dalam pelaksanaan PPDB tahun ini menyiapkan 237 posko. Terdiri dari 207 posko di jenjang SD dan 30 di jenjang SMP.
Lebih lanjut, pria kelahiran Bantul itu sudah mewanti-wanti kepada masyarakat untuk memilih maksimal tiga pilihan yang disediakan. Dia sejak awal mengimbau untuk tidak hanya memilih satu sekolah saja, karena persaingan jalur zonasi ini sangat ketat dan tidak bisa ditebak. "Sebagai contoh SMPN 21 itu radius maksimal 800 meter siswa yang diterima, karena berada di lingkungan perumahan. Maka dari itu dari awal sudah bilang harus hati-hati untuk memilih sekolah," tutupnya. (adk/abm) Editor : Mardi Sampurno