Untuk tahun ini, ada tiga taman yang mendapat prioritas pemasangan CCTV. Ketiganya yakni Taman Slamet, Taman Malabar dan Taman Singha Merjosari. Alasannya karena ketiga taman tersebut dinilai kerap menjadi tempat mesum. ”Saya pernah memergoki sendiri dan parahnya berstatus mahasiswa,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto.
Tak hanya itu, kondisi taman yang sepi saat siang maupun malam hari juga kerap disalahgunakan oknum yang tak bertanggung jawab. Rencananya, pemasangan CCTV di tiga taman itu bakal terhubung langsung ke kantor DLH Kota Malang. Di sana lah petugas DLH memonitor kondisi taman secara real-time.
Meski beban petugas penjaga taman sedikit diringankan, Wahyu tetap membutuhkannya. Sementara untuk 83 taman tersisa bakal tetap dipasang CCTV, namun menunggu kepastian anggaran. Sebab, anggaran untuk satu CCTV diestimasikan memakan anggaran Rp 1,5 juta. ”Tiap taman ada satu sampai dua CCTV, idealnya begitu,” terang Wahyu.
Dengan demikian, DLH setidaknya membutuhkan anggaran Rp 9 juta untuk memasang CCTV. Hanya saja realisasi pemasangannya, dijelaskan Wahyu, baru bisa dieksekusi setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) pada Agustus nanti. Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika cukup miris melihat taman masih digunakan sebagai tempat mesum.
”Penambahan CCTV itu bagus, karena nanti bisa memantau aktivitas di taman sekaligus kalau ada kerusakan karena ulah sejumlah masyarakat bisa terdeteksi,” jelasnya. Made juga berharap kepada masyarakat bisa bijak ketika berada di fasilitas umum (fasum). (adn/by) Editor : Mardi Sampurno