Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nekat Kerja, Lansia Sakit Akhirnya Meninggal

Mardi Sampurno • Senin, 18 Juli 2022 | 16:30 WIB
TAK BISA RENANG: Jenazah Rusmin yang tenggelam di Sungai Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, sudah diangkat warga sebelum dimakamkan kemarin siang.(POLSEK DONOMULYO FOR RADAR MALANG)
TAK BISA RENANG: Jenazah Rusmin yang tenggelam di Sungai Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, sudah diangkat warga sebelum dimakamkan kemarin siang.(POLSEK DONOMULYO FOR RADAR MALANG)
MALANG KOTA – Kasus orang meninggal di tepi jalan kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini menimpa pria 68 tahun bernama Tajab. Dia mengembuskan napas terakhir di atas bangku bambu di depan Gang Stella Maris, Jalan Ontoseno, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, kemarin sore (17/7).

Tajab diperkirakan meninggal sekitar pukul 14.55. Di sampingnya terdapat dua karung berisi kardus. Saat ditemukan warga, Tajab mengenakan kaus putih dengan tulisan “69 Tahun TNI” , topi putih, dan celana abu-abu.

Kabar kematian pria yang berdomisili di Jalan Kresno Gang I, kawasan Permadi bawah, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing itu langsung cepat menyebar. Warga pun berdatangan termasuk anak korban yang bernama. Dia menjelaskan, ayahnya berada di Jalan Ontoseno untuk mencari barang bekas. ”Keseharian beliau memang mencari barang bekas. Meski sakit tetap dilakukan,” kata Luluk.

Beberapa saksi mata mengungkapkan, siang itu Tajab tampak lelah dan beristirahat di atas bangku bambu di depan Gang Stella Maris.  Dalam kondisi duduk, pria lanjut usia itu tampak batuk-batuk. Salah seorang warga yang melihat peristiwa itu langsung menghampiri untuk menawarkan pertolongan. Dia bahkan berinisiatif untuk mengambil minuman di rumahnya. Namun saat warga itu kembali dengan membawa minuman, Tajab sudah tak bernyawa.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang, Luluk mengatakan bahwa Tajab memiliki riwayat sejumlah penyakit. Di antaranya, stroke ringan, asam lambung, dan diabetes. Selama tiga bulan terakhir, pihak keluarga sudah pernah membawa Tajab ke rumah sakit untuk berobat.

”Untuk mengobati penyakit asam lambungnya, dokter pernah datang ke rumah. Sekalian rawat jalan. Setelah sembuh, beliau (Tajab) beraktivitas seperti biasanya,” ujar Luluk. Tajab seolah tak peduli dengan permintaan anak-anaknya agar lebih banyak beristirahat di rumah.  (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno
#meninggal #Kota Malang #lansia