InspiraTour International Youth Summit 2022 merupakan program dari Yayasan Duta Inspirasi Indonesia dan didukung Kemenpora RI. Program ini terbuka untuk para pemuda dan pemudi di semua negara. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar berdaya saing global.
Dalam proses seleksi, Alfani berhasil mengalahkan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Setidaknya ada kurang lebih 5 ribu pendaftar waktu itu dan Alhamdulillah saya menjadi salah satu dari 20 peserta yang menerima biaya akomodasi penuh,” ujarnya.
Dijelaskan Alfani, sebelumnya ada tiga tahapan ketat yang perlu dilalui. Pertama pendaftaran yang melibatkan kurang lebih 5 ribu pendaftar. Pada seleksi berkas ini meliputi prestasi dan data tertentu yang harus dilengkapi. Seribu pendaftar yang lolos, akan maju ke tahap kedua atau ujian membuat esa dan akan disaring menjadi 100 besar.
“Tahapan akhir, 100 pendaftar itu akan tes interview berbahasa Inggris sampai kemudian terpilih hanya 20 orang saja,” tuturnya.
Selama di Turki, para delegasi akan melakukan berbagai kegiatan bersama dan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Serta melaksanakan International Symposium di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
“Para peserta juga akan mengunjungi dua universitas yakni Ankara University dan Istanbul Univeristy untuk study exchange. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Turki seperti Haghia Sophia, Bluemosque, Topkapi Palace, dan Pamukkale,” jelasnya.
Alfani berharap adanya pengalaman pergi ke Turki bisa lebih menggugah semangatnya dalam belajar dan berkarya.
“Khususnya studi lintas negara, sehingga nantinya bisa membagikan pengalaman tersebut kepada para pemuda-pemudi lainnya khususnya para mahasiswa UIN Malang,” ungkapnya.
Selain terpilih menjadi delegasi Indonesia di Turki, beragam prestasi telah ditorehkan Alfani. Menempuh pendidikan sarjana dengan lulus dalam waktu singkat 3,5 tahun dan cumlaude. Dia juga aktif dalam organisasi mahasiswa intra kampus (OMIK), serta pernah menduduki posisi Ketua Bidang Keagamaan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Dalam karier studi, mahasiswa semester tiga S2 ini telah memiliki tiga karya tulis. (adk/abm) Editor : Mardi Sampurno