Namun hingga kemarin pelanggan PDAM di Kecamatan Kedungkandang tetap mendapatkan pasokan air.
Sejumlah pelanggan pun ramai curhat di media sosial milik Perumda Tugu Tirta. Kolom komentar Instagram juga penuh dengan keluhan mereka. Misalnya yang diungkapkan Helen Achamdi. Pelanggan PDAM asal Kelurahan Wonokoyo itu mengeluhkan air masih saja belum mengaliri bak mandi miliknya. ”Sudah sejak 9 September lalu mati. Dapat kabar sudah normalisasi air, tapi kok ya lama,” keluhnya.
Dia mengakui sudah mendapat dropping air dari truk tangki milik Tugu Tirta. Namun tetap saja pasokan itu tidak bisa menutup kebutuhan air di rumahnya. Mengingat air PDAM juga digunakan untuk mandi dan masak.
Hal yang sama dikatakan Bayu Diktiarsa, salah satu pelanggan air Perumda Tugu Tirta di Perumahan Grand Hill, Kelurahan Wonokoyo. Saking kesalnya terhadap air yang tak mengalir, dia sampai pergi ke luar kota. ”Ini saya lagi ke Surabaya demi melupakan sejenak masalah air. Tapi tetap update kabar di grup WhatsApp,” terangnya.
Pria berkacamata itu pun mendesak Perumda Tugu Tirta bisa secepatnya mengalirkan air ke pelanggan. Sebab jika dikalkulasi, sudah genap sepekan air tak mengalir ke pelanggan. Apalagi dia yang mendapat kabar konflik di Tandon Simpar sudah selesai, sehingga kendala pasokan air mestinya juga tuntas.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas menjelaskan hingga kemarin air masih dalam proses normalisasi. Pihaknya berjanji secepatnya air bisa segera mengalir. Bahkan dia juga sudah menemui sejumlah pelanggan di Kecamatan Kedungkandang. ”Kondisinya sudah kondusif, kami sudah optimal untuk segera mengalirkan air ke pelanggan,” jelasnya.
Pihaknya pun juga sudah memberikan layanan tangki air selama sepekan terakhir. Bahkan saat ini rekayasa jaringan pipa pun dilakukan. Tujuannya agar layanan air ketika dipompa ke pelanggan tidak tersendat lagi. (and/fat) Editor : Mardi Sampurno