Ornamen yang terle tak di median jalan itu kini rusak. Dari pantauan wartawan koran ini kemarin (22/12), dua dari enam topeng itu sudah terlepas. Sementara sisanya kotor dan berkarat. Diketahui jika enam ornamen Topeng Malangan itu dibangun Pemkot Malang pada 2017 lalu.
Pemasangannya, memakan anggaran sebesar Rp 130 juta. Sadar dengan kerusakan itu, Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al-Fitra segera melakukan perbaikan. ”Iya, kami renca nakan perbai kan di tahun depan,” kata dia.
Laode menjelaskan lepasnya dua topeng itu bukan karena rusak. Melain kan ada ok num tak bertanggung jawab yang mena brak tiang penyangga topeng awal 2022. Alhasil dua topeng itu lepas dari penyangganya. Ditanya perbaikan seperti apa yang dilakukan, Laode menjelaskan tahun de pan akan dilakukan pengelasan dan pengecatan.
Sehingga tidak perlu membuat ornamen baru untuk empat topeng yang masih terpasang. Hanya ada dua ornamen topeng yang lepas akan diganti baru. ”Diusahakan tahun depan sudah ada perbaikan supaya tidak menimbulkan stigma kurang terawat apalagi rusak,” tutup Laode. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno