MALANG Raya – Perayaan Natal pada 25 Desember besok di Malang Raya bakal mendapatkan pengawalan maksimal. Tim gabungan dari Polri, TNI, dan sejumlah elemen masyarakat sudah menyiapkan tim dan pemetaan penjagaan. Total ada sekitar 2.010 personel gabungan yang akan menjaga 355 gereja di seluruh Malang Raya.
Untuk di Kota Malang, personel yang disiapkan mencapai 718 orang. Mereka bertugas mengamankan ibadah di 82 gereja. Sedangkan di Kabupaten Malang disiapkan 500 personel untuk mengamankan 242 gereja. Di Kota Batu, meski jumlah gereja di sana paling sedikit, yakni 31, namun pengamanan yang disiapkan mencapai 718 personel.
Di Kota Malang ada beberapa gereja yang menjadi prioritas pengamanan. Di antaranya Gereja Katedral St Perawan Maria Gunung Karmel (Katedral Ijen), Gereja Hati Kudus Yesus Paroki Kajoetangan, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Bromo.
Kabag Ops Polresta Malang Kompol Supiyan menyebut penentuan gereja-gereja prioritas pengamanan itu didasarkan pada jumlah jemaatnya. “Setidaknya tiga itu yang bisa kami katakan sebagai gereja prioritas. Sebab, jumlah jemaatnya banyak,” ujarnya. Selain itu, letak geografisnya pun turut dipertimbangkan. Keberadaan tiga gereja tersebut dinilai berada di jantung kota dan dekat dengan jalan raya.
Dengan banyaknya jemaat, pengaturan lalu lintas juga dibutuhkan. Hal itu semata-mata untuk memberikan keamanan dan kenyamanan jemaat dalam menjalankan ibadah. Supiyan menyebut jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan di tiga gereja prioritas juga lebih banyak. “Setiap gereja prioritas setidaknya akan dijaga oleh 5 personel dari Polri,” ujarnya. Mereka akan dibantu dengan personel gabungan dari Kodim, Satpol PP, Dishub, dan organisasi masyarakat lainnya.
Menurut Supiyan, satu gereja prioritas setidaknya akan dijaga oleh 30 personel gabungan. Sementara gereja-gereja kecil akan dijaga oleh total 5 sampai 10 personel gabungan. Pengamanan yang akan dilakukan antara lain pengecekan bersama pihak internal gereja pada semua sudut gereja. Selain itu, lalu lintas dan keramaian di sekitar gereja turut dikondusifkan.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut akan ada 41,7 juta orang yang melakukan mobilitas di Malang Raya selama momen Nataru. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam menjalankan prosedur keamanan yang ketat. ”Kerukunan umat beragama kita sudah sangat baik. Nomor satu di Jawa Timur. Namun, kita tetap harus antisipasi berbagai potensi gangguan yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Malang Kompol M. Bagus Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan pengamanan di seluruh gereja. Dari total 242 Gereja Katolik dan Gereja Kristen yang ada, semua diprioritaskan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Brimob Polda Jatim untuk antisipasi aksi terorisme dengan menggerakkan tim penjinak bom.
Meski Kabupaten Malang terdiri dari 33 Kecamatan, saat ini tidak ada wilayah dengan kategori rawan terorisme. Semuanya terlihat aman. Akan tetapi, kewaspadaan terhadap potensi terjadinya teror tetap perlu diwaspadai.
Karena itu, sejak awal Desember lalu polisi sudah melakukan pemantauan. Mulai dari meminta jadwal ibadah di setiap gereja, hingga memastikan kondisi tempat ibadah dan tingkat pengamanannya. “Pengecekan tempat ibadah sudah dilakukan dari awal Desember. Karena di awal bulan sudah banyak yang melaksanakan rangkaian kegiatan menjelang Natal,” ujarnya.
Bantuan Masyarakat
Jumlah personel pengamanan Natal di Kota Batu tergolong besar. Itu karena tingginya partisipasi masyarakat yang bersedia membantu. Menurut Kapolres Kota Batu AKBP Oskar Syamsuddin SIK, personel dari Polres Kota Batu yang dikerahkan sebanyak 240 orang. Namun ada tambahan personel gabungan sebanyak 552 orang. Terdiri dari anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Batu, TNI, Satpol PP, Banser, BPBD, Pramuka, dan Pemuda Pancasila. ”Totalnya ada 792 personel yang siap mengamankan empat hal. yaitu, kegiatan peribadatan di gereja-gereja, lokasi wisata, jalur trouble spot (kemacetan), dan jalur rawan bencana,” bebernya.
Oskar menjelaskan, untuk pengamanan gereja selama peribadatan misa malam Natal dan Hari Raya Natal, Polres Batu bersinergi dengan beberapa gereja. Seperti Gereja Katolik Paroki Gembala Baik, Gereja Pekabaran Injil Indonesia, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Pantekosta Elohim, dan sebagainya. ”Memang 4 gereja yang mendapat prioritas pengamanan. Akan tetapi, saat peribadatan personel pengamanan Nataru akan keliling ke beberapa gereja yang ada di Kota Batu,” terangnya.
Ketua Panitia Natal 2022 Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Andreas Ali Purnomo mengatakan, persiapan untuk peribadatan misa malam Natal dan Hari Raya Natal sudah mencapai 100 persen. Termasuk memastikan daya tampung gereja bagi umat di Kota Batu, Ngantang, wilayah Junggo, dan wisatawan. ”Kapasitas Gereja Paroki Katolik Gembala Baik mencapai 1.234 orang,” ujarnya.
Ali menambahkan, misa terbagi menjadi dua. Yaitu, Misa Malam Natal pada 24 Desember pukul 17.00 dan pukul 20.00. Sementara pada 25 Desember, misa dilakukan pukul 06.00 pagi. ”Segala persiapan sudah kami buat termasuk mengantisipasi kerumunan. Intinya, protokol kesehatan pun tetap dipatuhi,” imbuhnya. (dre/ nif/ifa/fat) Editor : Mardi Sampurno