Petugas dari Polresta Malang Kota dibantu personel dari Gegana Polda Jatim untuk melakukan sterilisasi itu.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, polisi tampak memanfaatkan anjing pelacak untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan peledak. ”Ada 10 personel di masing-masing tim yang bertugas melakukan sterilisasi di 10 gereja itu,” terang Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan.
Tempat yang kemarin mendapat sterilisasi seperti Gereja Katedral St Perawan Maria Gunung Karmel (Katedral Ijen), Gereja Hati Kudus Yesus Paroki Kajoetangan, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Bromo. Gereja-gereja itu memang mendapat prioritas pengamanan.
Salah satu alasannya karena kapasitasnya bisa menampung banyak jemaat. Salah satu gereja yang kemarin disterilisasi yakni Gereja Hati Kudus Yesus Paroki Kajoetangan. Tim Gegana Polda Jatim tampak memeriksa keseluruhan gedung. Sedangkan, tim dari Samapta Polresta Kota Malang bertugas menetralkan area luar gereja menggunakan anjing pelacak.
Setelah disterilisasi, Pastor Rekan RM. Febri Putra Dewa, O.Carm memastikan jika lingkungan gereja telah aman. ”Pihak kepolisian sudah melihat secara keseluruhan gedung gereja. Tidak ada temuan apa pun yang mencurigakan,” kata dia. Setelah proses itu selesai, dia menyebut bila pengamanan lanjutan akan dilakukan pihak internal gereja.
Total ada 20 orang yang akan dikerahkan untuk pengamanan internal gereja. Tampak Misa malam Natal tadi malam dilaksanakan dua sesi. Pukul 18.00 dan 21.00. Sedangkan Misa Natal dilaksanakan hari ini (25/12) mulai pukul 07.00, 09.00, 18.00, dan 19.00.
Bila ditotal, ada 82 gereja di Kota Malang yang mendapat perhatian. Persiapan untuk proses pengamanan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Tercatat ada 718 personel yang diturunkan Polresta Malang Kota. (kr4/by) Editor : Mardi Sampurno