Kemarin (9/1), staf dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang melakukan peninjauan di lokasi. Peninjauan jalan yang rusak sepanjang 50 meter itu juga disaksikan oleh warga. “Gorong-gorongnya rusak sejak sekitar tiga tahun lalu. Kalau ruas jalannya mulai rusak parah sejak satu tahun yang lalu,” ungkap wakil ketua RT 5 RW 2 Kelurahan Mulyorejo Toni Setiono, kemarin.
Dia mengatakan, aspal di jalan mulai tergerus sejak rusaknya sudetan di kawasan tersebut. Ketika musim hujan, lanjutnya, di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan. Diduga pengendara tidak mengetahui ada kubangan, sehingga mereka terperosok. “Kami sudah mengusulkan di musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) sejak tiga tahun lalu. Mungkin karena ada prioritas lain, jadi perbaikannya tertunda terus,” imbuh dia.
Perbaikan itu diajukan hampir setiap tahun. Ada dua titik yang diajukan, yakni drainase dan ruas jalan yang rusak.
Menanggapi kondisi tersebut, staf Seksi Drainase Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang Samsu Ismail mengatakan, pihaknya akan memperbaiki drainase serta jalan tersebut hari ini (10/1). “Gorong-gorongnya akan diganti dengan box culvert (saluran air dari beton bertulang) ukuran 80 sentimeter,” ungkap dia.
Sebelumnya, dia mengatakan, gorong-gorong itu terbuat dari buis beton (saluran air dari beton dan berbentuk lingkaran) berukuran 40 sentimeter. Namun beton yang tepat berada di persimpangan jalan pecah. Sehingga air di saluran tersebut meluber ke badan jalan. Karena tak kunjung diperbaiki, air yang meluber itu lama-lama menggerus aspal hingga rusak parah.
Samsu menargetkan perbaikan selesai dalam satu pekan hingga betonnya kering. “Kalau sudah selesai, kami melanjutkan dengan rabat jalan menggunakan ready mix (beton siap pakai),” katanya.
Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kerusakan jalan di Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo segera diperbaiki. ”Laporan warga soal jalan rusak dan genangan air di Jalan Tebo Selatan sudah diterima dan ditindaklanjuti oleh DPUPRPKP,” kata Sutiaji, kemarin.(yun/dan) Editor : Mardi Sampurno