Perbaikannya tak ditentukan lagi oleh faktor usia. Bisa saja jalan-jalan yang baru saja dibangun, rusak dalam waktu singkat sehingga harus diperbaiki. Hal itu tidak lepas dari kondisi medan, misalnya aspal di daerah langganan genangan akan lebih cepat rusak dibanding ruas lainnya yang tidak ada genangan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Julhardjanto mengatakan, ada beberapa ruas jalan di Kota Malang yang rawan rusak. Salah satunya adalah sepanjang Jalan Ki Ageng Gribig. Selain faktor curah hujan yang tinggi saat musim hujan ini, kata Dandung, jalan tersebut juga kerap dilintasi kendaraan-kendaraan berat.
“Di sana akses exit tol. Jadi ya sering dilintasi kendaraan besar keluar-masuk ke Kota Malang,” ujar pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Meski begitu, dia berkomitmen terus melakukan perbaikan. Guna memantau kondisi jalan, pihaknya menerjunkan petugas survei jalan. Setiap hari, lanjutnya, tim tersebut keliling untuk melihat kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan. Sehingga, data-data jumlah titik jalan yang mengalami kerusakan bisa segera diperbaiki. Termasuk tingkat kerusakan, misalnya kategori sedang hingga berat.
Untuk kerusakan ringan, Dandung menyebut, ada dana insidental yang bisa dipakai sehari-hari. Tapi dana tersebut terbatas pada kebutuhan ringan, misalnya penambalan. “Setiap malam kami lakukan penambalan secara berkala,” katanya.
Selain menerjunkan tim untuk keliling, Dandung juga menerima pengaduan dari masyarakat. Jika ada masyarakat yang menyampaikan kondisi jalan rusak, dia langsung menugaskan timnya untuk menindaklanjutinya. ”Syaratnya memang yang kerusakan ringan atau lubang-lubang yang kecil saja,” kata dia.
Selain perbaikan jalan, tahun ini DPUPRPKP mempunyai rencana untuk melakukan pembangunan jalan. Ruas jalan yang selama ini berupa tanah, rencananya akan diaspal. Setidaknya ada lima titik ruas jalan yang akan dilakukan pembangunan.
Di antaranya Jalan Joyosuko Agung, Jalan Setapak di Kelurahan Karangbesuki hingga Jalan Gunung Agung di Kelurahan Pisang Candi, Jalan Tembus Lesanpuro hingga Jalan Baran Tempuran, Jalan Tembus Baran Tempuran hingga Jalan Slamet Temboro, dan Jalan Satsuit Tubun. (dre/dan) Editor : Mardi Sampurno