”Tapi tahun lalu tidak terlalu tinggi, jadi tidak sampai merendam kasur, saya jemur saja sudah kering," ucap dia.
Dimas mengatakan, banjir yang terjadi bisa merendam rumah warga selama 4 jam mulai pukul 4 sore saat hujan deras. Bisa saja rumah tenggelam dengan air jadi ancaman yang harus diwaspadai.
Baca Juga : Hujan Deras Wisatawan Tetap Ngegas
Tak hanya di perumahan saja, di sejumlah titik jalan juga demikian. Seperti yang terjadi di Jalan Besar Ijen di waktu yang hampir bersamaan. Padahal, beberapa tahun terakhir nyaris tidak ada genangan air di kawasan bersejarah itu.
”Ketinggian air mungkin hanya semata kaki, tapi itu sudah parah jika terjadi di jalan raya,” ujar Tomi Oktafianus, salah satu pengendara yang sempat melintas di sana.
Baca Juga : Hujan Deras, Dampit Dihajar Longsor dan Tanah Ambles
Dia khawatir ketinggian air semakin tinggi. Kemudian bisa merusak sejumlah infrastruktur. Apalagi aspal di Kota Malang kerap rusak jika terus terendam oleh air.
Tomi hanya bisa berharap ada langkah serius dari Pemkot Malang. Jangan hanya membangun saluran drainase tiap tahun. Melainkan juga ada cara lain seperti pemantauan perilaku warga yang kedapatan membuang sampah secara sembarang di saluran drainase atau sungai. (dur/adn) Editor : Aditya Novrian