Seorang pekerja, Lucky Haryanto mengatakan, pengerjaan sudah mencapai 70 persen. Ada beberapa bagian yang harus dituntaskan. Di antaranya, pemasangan bagian siku bawah jembatan dan pengecatan. Dia memperkirakan, perbaikan Jembatan Onosogrem (sebutan Mergosono) rampung dalam tiga hari.
”Secara umum, kami melakukan perbaikan berupa penggantian kayu menjadi bordes atau plat baja. Ini untuk memperkuat konstruksi jembatan,” kata Lucky kemarin (28/2).
Untuk perawatan pasca-perbaikan, lanjut Lucky, bisa dilakukan baik dengan swadaya maupun dana pemerintah. Seperti perbaikan dalam bentuk pengecatan ulang. ”Yang seperti ini bisa dilakukan masyarakat sendiri. Misalnya setiap 17 Agustus atau momen-momen tertentu dilakukan pengecatan ulang,” imbuh Lucky.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Surya Adhi Nugroho menambahkan, ke depan pihaknya akan terus melakukan perawatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk perbaikan jembatan di Jalan Mergosono Gang 5, pihaknya menganggarkan Rp 150 juta.
”Untuk perawatan jembatan gantung atau besi, paling enggak ada pengecatan untuk menghilangkan karat. Kemudian ada perawatan-perawatan lain supaya jembatan lebih awet,” terang pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Dia melanjutkan, perawatan berkala yang dilakukan terhadap jembatan-jembatan di Kota Malang selalu melihat kondisi jembatan tersebut. Rentang waktunya pun beragam. Bisa satu atau dua tahun sekali. ”Perbaikan selanjutnya akan kami lakukan di Jembatan Gempol, jembatan di Sukun, dan jembatan di Jalan Panjaitan XVIII,” tandasnya. (mel/dan)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)
Editor : Mahmudan