Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mempunyai 44 truk pengangkut sampah. Namun 25 unit di antaranya dalam kondisi tidak baik, sehingga tidak maksimal. Krisis armada pengangkut sampah ini harus segera diselesaikan.
Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman mengatakan, untuk pengangkutan sampah di satu Tempat Penampungan Sementara (TPS) saja butuh dua sampai tiga kali angkut. Hal ini karena keterbatasan armada.
”(kepemilikan armada) masih belum ideal, kurang banyak. Armada saat ini belum bisa mengakomodasi 750 ton sampah per hari," ujar Rahman kemarin.
Tahun ini, lanjut Rahman, pihaknya mendapat tambahan empat truk sampah. Untuk pengadaan armada pengangkut sampah itu, pihaknya menganggarkan Rp 2,5 miliar. Rinciannya, Rp 450 juta untuk satu unit dump truk, sedangkan tiga armada lain, yakni Arm Roll dialokasikan Rp 2,1 miliar.
Meski ada penambahan empat unit truk, Rahman menilai jumlah armada belum ideal. Di sisi lain, pihaknya menyadari keterbatasan anggaran Pemkot Malang. "Semoga setiap tahun nanti ditambah. Mungkin bisa sampai 100 unit, agar pengolahan sampah maksimal," kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Menanggapi krisis armada truk pengangkut sampah, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengatakan, perlu ada tambahan armada. Anggarannya bisa dialokasikan lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2023, sekitar September depan.
Menurut dia, ketersediaan armada ideal jika satu kelurahan memiliki satu truk sampah. "Kami mendengar dari keluhan masyarakat, bahwa jumlah truk sampah ini kurang ideal. Sehingga akan kami dorong pengadaannya di pertengahan tahun nanti," kata Bayu.
Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin menambahkan, sebenarnya dewan sudah mendorong pengadaan truk sampah. Namun di tengah jalan, kata Fathol, dana pengadaan sering kali mengalami pergeseran untuk kebutuhan lain. "Alasannya pasti kebutuhan lain yang lebih mendesak. Maka ketika DLH mau pengadaan truk sampah lagi, pasti kami dukung," tandas Fathol. (adk/dan) Editor : Mahmudan