Petugas Agen PO Akas Green Susanto mengatakan, sudah ada rencana menaikkan tarif bus untuk trayek Malang-Probolinggo-Jember. Namun untuk besok, dia masih melihat dahulu situasi di lapangan.
”Lihat ramai tidaknya (penumpang) dulu, kalau sepi penumpang harganya dinaikkan malah tambah nggak mau naik," katanya, kemarin.
Untuk itu, pihaknya masih membanderol tiket di harga Rp 60 ribu. Meskipun penumpang bus masih terlihat sepi, Susanto optimistis libur Lebaran tahun ini akan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Dia memprediksi H-6 Lebaran menjadi momen pemudik mulai bepergian.
Sementara itu, Komandan Regu Piket Terminal Arjosari Imam Supriyono membenarkan adanya skema kenaikan harga tiket bus menjelang Lebaran, terutama untuk bus nonekonomi. Sementara untuk bus ekonomi tidak akan mengalami kenaikan. Meski begitu, sejauh ini belum ada PO yang menaikkan harga tiket bus.
”Sejauh ini memang belum ada, namun nanti akan ada peningkatan (harga tiket) mulai dari 30 persen hingga 100 persen," ungkapnya.
Menurutnya, bus dengan tujuan Jakarta, Bandung, dan Bogor kemungkinan mengalami kenaikan harga tiket sampai 100 persen. Namun, dia memastikan kenaikan tidak akan lebih dari 100 persen.
Sejauh ini dari pengamatan Imam, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Arjosari masih sepi. Dia memprediksi pada H-4 Lebaran atau Selasa mendatang akan penuh dengan pemudik. Baik yang naik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP). (dur/adn) Editor : Aditya Novrian