Kedua tipologi itu sesuai dengan bencana-bencana yang melanda Kota Malang. Dengan kondisi demikian, menurut Maria, ada sejumlah mitigasi yang bisa dipersiapkan, baik dari perspektif struktural maupun non-struktural.
Pada perspektif struktural, dia menyebut lebih mengarah proteksi dan adaptasi. ”Sementara untuk perspektif non-struktural, lebih mengarah pada adaptasi seperti regulasi yang dilakukan dengan menyesuaikan zona atau kawasan masing-masing,” kata Maria.
Terkait upaya penanggulangan, dia menyebut ada sejumlah hal yang bisa dilakukan pemkot. Misalnya menanggulangi banjir, katanya, bisa diurai dengan cara memantapkan sistem drainase. Selanjutnya adalah perencanaan tata ruang dengan perspektif Daerah Aliran Sungai (DAS). ”Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga dibutuhkan,” pungkasnya.(mel/dan)
Editor : Mahmudan