Kepala BKAD Kota Malang Subkhan mengungkapkan, sekitar 35 hingga 40 persen gedung tersebut disewakan untuk umum. Nantinya, uang hasil sewa dimasukkan ke kas daerah (Kasda). ”Sementara ini, MCC belum ada kontribusi untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) lantaran space komersial masih dalam proses,” ujar Subkhan kemarin.
Sisanya akan ditempati 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Meski mematok pendapatan dari hasil sewa, Subkhan mengatakan, pemerintah kota (pemkot) malang tetap mengutamakan fasilitas untuk 17 subsektor.
Setelah semua terakomodasi, baru kemudian space komersial disesuaikan. Ia menyebutkan beberapa subsektor ekraf yang ditampung di antaranya adalah fashion, game, film, fotografi, musik, hingga membatik.
Sementara beberapa ruangan yang akan disewakan berupa ruangan untuk kafe, supermarket, dan ruang meeting. “Tempat-tempat itu ada di beberapa lantai,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Guna mendongkrak PAD, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Diskopindag mendapat tugas untuk menyewakan kepada pihak lain. ”Insya Allah tahun ini sudah selesai (ada penyewa),” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menambahkan, beberapa ruangan untuk komersial masih dalam penyempurnaan. Sementara ruangan lain untuk para pelaku ekraf sudah aktif digunakan. “Sekitar 120-an pelaku ekraf. Sudah kami seleksi beberapa waktu lalu,” tuturnya.
Dia mengatakan, antusias pelaku ekraf cukup tinggi, sehingga dia harus menyeleksi para. “Para pelaku ekraf tersebut dapat menggunakan fasilitas secara gratis di MCC,” tutur aparatur sipil negara (ASN) yang juga pengusaha itu.
Selain ekraf, dia mengatakan, beberapa ruangan juga disiapkan untuk masyarakat umum atau instansi secara gratis dengan cara mem-booking ruangan. Di antaranya studio foto, ruang komputer, perpustakaan, ruang rekaman, ruang arsitektur, ruang broadcast hingga ruang fashion.(dur/dan) Editor : Mahmudan