Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Tuntut Keadilan

Mahmudan • Jumat, 9 Juni 2023 | 22:26 WIB
AKSI DAMAI: 20 keluarga korban tragedi Kanjuruhan bersama ratusan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat menggelar Aksi Kamisan di bundaran Jalan Tugu, Kota Malang kemarin (8/6). (Darmono/Radar Malang)
AKSI DAMAI: 20 keluarga korban tragedi Kanjuruhan bersama ratusan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat menggelar Aksi Kamisan di bundaran Jalan Tugu, Kota Malang kemarin (8/6). (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA – Hingga sembilan bulan pasca-tragedi Kanjuruhan, keluarga korban masih mencari keadilan. Kemarin (8/6),mereka menggelar aksi di depan Balai Kota Malang. Aksi Kamisan diikuti 20 keluarga korban Kanjuruhan bersama ratusan warga dari gabungan beberapa elemen masyarakat.

Mengenakan kostum serba hitam, mereka berkumpul di bundaran jalan tugu sekitar pukul 17.00. Ada lima tuntutan yang disuarakan. Salah satunya, menolak renovasi Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang. Alasan penolakan karena stadion tersebut sekaligus jadi momentum peringatan meninggalnya 135 aremania.

Usai membacakan tuntutan, massa aksi berjalan mengelilingi Alun-alun Tugu sembari membawa sejumlah poster. Seperti poster bertuliskan 'Masih Adakah Keadilan?' hingga 'Kami Ini Anak Bangsamu! Tapi Kenapa Kau Paksa Untuk Lumpuh?'.

Salah seorang keluarga korban Kanjuruhan, Bambang Lesmono memaparkan, pihak keluarga korban akan tetap bersatu menuntut keadilan. "Apa pun yang terjadi, kami akan terus teguh,” kata Bambang.

Dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, Bambang kehilangan seorang anak yang bernama Putri Lestari. Karena itu, pria asal Turen, Kabupaten Malang tersebut akan berupaya menggugah kesadaran aparat dan pejabat bersama keluarga korban lainnya.

”Ini merupakan langkah awal keluarga korban untuk menggugah pejabat yang ”tidur”. Kami ingin keadilan yang setuntas-tuntasnya," lanjut dia.

Sementara itu, perwakilan Koalisi Solidaritas Masyarakat Sipil Daniel Siagian yang tergabung dalam Aksi Kamisan mengatakan, tragedi Kanjuruhan tak hanya menghilangkan nyawa 135 Aremania. Tapi juga ada korban-korban lain seperti perempuan dan anak-anak di bawah umur yang tidak tercatat. "Sebagai contoh, ada 624 orang korban luka-luka dan 43 anak di bawah umur. Melalui aksi ini, kami ingin menggerakkan solidaritas publik untuk memenuhi keadilan," pungkas Daniel. (mel/dan) Editor : Mahmudan
#Tragedi Kanjuruhan #Nyawa Aremania #Aksi tuntut keadilan #Kota Malang #radar malang