MALANG KOTA – Tahun ini, banyak mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diperkirakan akan gagal mendapatkan Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). Dari 1.303 maba yang masuk daftar calon penerima KIP-K, nantinya hanya dipilih 713 maba. Dengan demikian, sekitar 590 maba yang bakal gagal mendapat beasiswa kuliah.
Banyaknya maba yang akan gagal karena jumlah kuota KIP-K menurun dibanding tahun sebelumnya. Sebab, tahun lalu Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek RI memberi kuota 1.588 untuk UB.
Ketua Pusat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Pendidikan UB Ilhamuddin mengatakan, tahun ini UB menerima 1.463 kuota KIP-K. Dia tidak bisa memastikan apa penyebab penurunan kuota tersebut.
Dia menduga, hal itu terjadi akibat kenaikan biaya pendidikan yang nyaris terjadi di semua perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta. ”Tahun ini, 1.463 kuota KIP-K terbagi dua skema penerimaan,” ujar Ilhamuddin, kemarin.
”Untuk skema satu, kami mendapat jatah 864 kuota. Sementara skema dua ada 599 kuota,” tambahnya.
Hingga saat ini pihaknya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat. Dari 1.463 kuota itu, 750 kuota di antaranya telah terpakai untuk maba dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Dengan begitu, masih tersisa 713 kuota. Itulah yang akan diperebutkan oleh 1.303 maba jalur SNBT.
Ilhamuddin menegaskan, maba dengan KIP-K yang diterima statusnya masih calon. Itu artinya belum pasti ditetapkan sebagai penerima KIP-K. “Kami lakukan seleksi terlebih dahulu, baik secara administrasi maupun melalui survei lapangan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, maba yang tertolak KIP-K akan menjadi mahasiswa reguler. Itu artinya mereka akan dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Nanti akan ada verifikasi lebih lanjut terkait penetapan UKT-nya,” kata dia.
Sebab, meski harus membayar UKT, katanya, penetapan golongan tetap berdasar kemampuan ekonomi. ”Kita ada golongan satu yang hanya dikenai Rp 500 ribu per semester,” terang Ilhamuddin.(dre/dan)
Editor : Mahmudan